Oleh: Ni’amul Qohar

Haji di tahun 2020 ini sangatlah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pelarangan jamaah haji Internasional di tahun ini menjadikan yang pertama kali terjadi dalam sejarah haji di zaman modern. Biasanya para jamaah haji yang berdatangan di tanah suci sekitar 2,5 juta jiwa, sekarang hanya 10 ribu jiwa. Pembatasan ini tidak lain dan tidak bukan dikarenakan pandemi covid-19 yang telah melanda dunia, khusunya Negara Arab Saudi. Di Negari Petro Dolar (Arab Saudi) sendiri jumlah kasus covid-19 mencapai lebih dari 270 ribu jiwa, dengan pasien yang meninggal dunia hampir 3.000 jiwa, hal ini telah menjadikannya sebagai salah satu Negara di Timur Tengah dengan jumlah kasus covid-19 tertinggi.

Jamaah haji dari Indonesia yang beruntung menunaikan ibadah yang sangat mulia ini ada 5 orang dari 10 ribu jamaah di 160 negara. Keputusan ini telah ditetapkan oleh kementrian Umrah dan Haji Arab Saudi di tahun 2020. 5 jamaah haji dari Indonesia, 3 di antaranya yaitu dua perempuan yang bernama Ata Yahra (Perawat), Irma Tazkiyya (Ibu Rumah Tangga) dan satu lelaki bernama Muhammad Wahyu (seorang guru sekolah Indonesia SIR) di Riyadh. Ketiga jamaah haji tersebut bermukim di Arab Saudi.

Dari 10 ribu jamaah haji yang diperbolehkan, 70% warganya bermukim di Arab Saudi, sedangkan 30% warga Arab Saudi sendiri (diutamakan tenaga kesehatan dan keamanan yang menangani covid-19). Masalah biaya semuanya telah ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi, mulai dari persiapan sampai selesainya beberapa rangkain rukun ibadah haji. Makan-minum, transportasi, penginapan, akomodasi dan protokol kesehatan semuanya telah dipersiapkan pemerintah Arab Saudi dengan baik dan ketat.

Ditambah lagi para jamaah haji telah diberikan perlengkapan lengkap susuai protokoler kesehatan untuk menunaikan rukun haji dengan aman. Seperti krikil yang sudah disterilkan untuk ritual lempar jumrah, cairan penyantiasi tangan, masker, sajadah, serta pakaian serba putih, bersih, lembut yang digunakan oleh para jamaah haji ketika berziarah. Pada tanggal 9 Dzulhijjah 1441 H yang bertepatan di tanggal 30 Juli 2020, para jamaah haji melaksanakan perjalanan ke Padang Arafah, guna mendengarkan khutbah dan berdiam diri sambil berzikir untuk melaksanakan wukuf (inti dari ibdah haji).

Hamparan Padang Arafah yang luasnya 8 kilometer persegi itu biasanya dipenuhi dengan tenda dan para jamaah haji yang berihram.  Jabal Marwah yang letaknya di tengah hamparan, biasanya juga tertutup oleh para jamaah haji dari dasar hingga puncaknya. Sungguh sangat berbeda apa yang terjadi di tahun ini yang tidak seramai seperti pada tahun sebelumnya.

Atas pertolongan Allah SWT melalui diterapkannya prosuder kesehatan yang sangat ketat. Membuat para jamaah haji selamat dari covid-19. Seperti yang telah dikatakan oleh juru bicara Kementrian Kesehatan Arab Saudi, Mohammed al-Abd al-Ali Sejauh ini para jamaah haji tidak ada yang mengalami permasalahan kesehatan, khususnya covid-19”. Atas keberhasilan pemerintah Arab Saudi dalam menangani kasus ini, telah mengundang banyaknya apresiasi yang berdatangan. Salah satunya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang turut memberikan apresiasi, dengan mengatakan “Saya ingin mengcapkan selamat kepada Kerajaan Arab Saudi menganai keberhasilannya menerapkan langkah-langkah pelaksanaan ibadah haji yang sangat aman”, kata Direktur Jendral WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

 

 

Sumber Rujukan

Oktaviani, Zahrotul. ”WHO Apresiasi Haji 2020”. Dalam Surat Kabar Repbulika. Terbit 1 Agustus 2020.

Oktaviani, Zahrotul. “Haji Sunyi Mereka yang Terpilih”. Dalam Surat Kabar Repbulika. Terbit 30 Juli 2020.

Mashuri, Ikhawanul Kiram. “Nikmatnya Berhaji di Tahun Ini”. Resonasi dalam Surat Kabar Rebulika. Terbit  3 Agustus 2020.