{"id":1322,"date":"2021-12-30T06:14:29","date_gmt":"2021-12-30T06:14:29","guid":{"rendered":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322"},"modified":"2022-05-29T06:46:26","modified_gmt":"2022-05-29T06:46:26","slug":"sekilas-mengenal-kh-miftachul-ahyar-rais-aam-pbnu-2021-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322","title":{"rendered":"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Ni\u2019amul Qohar<\/strong><\/p>\n<p>Para warga <em>nadhliyin<\/em> tentu saja tidak asing lagi dengan nama KH. Miftachul Akhyar. Apalagi setelah beliau secara resmi manjadi Rais Aam PBNU atas kesepakatan AHWA sesuai aspirasi <em>muktamirin<\/em> pada Muktamar NU ke-34 di Lampung. Sejak usianya masih muda, beliau sudah mengabdi di Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Dimulai pada MWC Tambaksari Surabaya, Wakil Rais Syuriah PCNU Surabaya (1978-1980), sempat berhenti menjadi pengurus Nahdlatul Ulama dikarenakan adanya kesibukan lain. Lalu pada tahun 1985 beliau kembali masuk lagi di PCNU Surabaya sebagai Wakil Rais Syuriah, lanjut di tahun 1990 menjadi Rais Syuriah PCNU Surabaya, di samping itu secara bersamaan beliau juga masuk di PWNU Jawa Timur menjadi Wakil Rais Syuriah. Pada tahun 90-an beliau terpilih menjadi Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, bahkan mendapatkan SK sebagi Rais Syuriah PWNU sebanyak empat kali. Setelah itu beliau diminta KH. Ma\u2019ruf Amin sebagai wakil Rais Aam PBNU, dan pada tahun 2021 ini beliau menjadi Rais Aam PBNU.<\/p>\n<p>Ketika KH. Ma\u2019ruf Amin menjadi Rais Aam PBNU, beliau juga maju sebagai wakil Presiden, secara aturan AD\/ART NU, maka yang menggantikan sebagai Rais Aam PBNU adalah KH. Miftachul Akhyar, selaku wakil Rais Aam PBNU. \u00a0Hal ini sempat membuat beliau menolak yang ingin mengundurkan diri menjadi Rais Aam. Namun dilarang mundur oleh Mustasyar PBNU yaitu KH. Maimoen Zubair, dan KH. Tolchah Hasan. Akhirnya beliau berkenan mengemban amanah besar tersebut atas dukungan para Muatasyar PBNU.<\/p>\n<p><strong>Rihlah Keilmuan sampai Ke-<em>Futuh<\/em><\/strong><\/p>\n<p>KH. Miftachul Akhyar di masa kecilnya banyak mengalami kesulitan dalam belajar. Bisa dikatakan beliau termasuk anak yang <em>bebel<\/em> (sulit memahami pelajaran). Anak nomor 8 dari 13 bersaudara ini memulai belajar ngaji Al-Qur\u2019an kepada abahnya, KH. Abdul Ghani di Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, Surabaya. Seringkali beliau menangis sebelum memulai mengaji, karena takut dipukul abahnya yang sangat keras dan disiplin dalam mendidik anak-anaknya.<\/p>\n<p>KH. Mitachul Akhyar sempat mengeyam pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (SR) yang dikelola oleh abahnya. Namun hanya sampai kelas 5, beliau memutuskan untuk berhenti. Kemudian nyantri ke Tambak Beras, Jombang selama tiga tahun, dan pernah juga tabarukan di Pondok Pesantren Tebuireng yang hanya tiga bulan. Setelah dari Tambak Beras, sekitar tahun 1967-1969 beliau nyantri di Pondok Pesantren Sidogiri sampai kelas 1 Tsanawiyah, yang sempat juga mengikuti ujian MI (Madrasah Ibtida&#8217;iyah).<\/p>\n<p>Selama nyantri di Sidogiri, beliau banyak memiliki pengalaman yang unik. Salah satunya tentang singkong sekarung. Al-kisah karena kiriman uang saku mondok dari abahnya hanya cukup untuk setengah bulan, Kiai Miftach\u00a0 berinisiatif untuk membeli singkong sekarung. Rencananya singkong sebanyak itu akan dibuat makan selama sebulan. Namun tidak sesuai rencana, justru singkongnya banyak yang busuk tidak layak untuk dimakan. Guna mengisi perutnya yang kosong, seringkali Kiai Miftach waktu di pondok Sidogiri tengah malam pergi ke dapur untuk makan <em>&#8216;entep&#8217;<\/em> (sisa nasi yang menempel di <em>dandang<\/em>).<\/p>\n<p>Ketika mondok, KH. Miftachul Akhyar sering mengalami sakit. Apalagi kalau beliau sedang berpikir keras untuk memahami pelajaran, beliau cepat lelah lalu jatuh sakit. Setelah tamat dari Madrasah Ibtidaiyyah di Sidogiri, beliau mengalami sakit lagi. Lalu boyong pada tahun 1970\u00a0 dari Pesantren Sidogiri. Ketika berada di rumah, waktunya dihabiskan bermain dengan teman-temannya. Hal ini menjadikan Kiai Miftach betah di rumah dan tidak mau mondok lagi.\u00a0 Abahnya sangat marah melihat anaknya yang nakal dan tidak mau ke pesantren. Selama satu tahun beliau tidak disapa oleh abahnya.<\/p>\n<p>Atas kuasa Allah SWT, akhirnya KH. Miftachul Akhyar sadar, tergugah hatinya untuk mau mondok lagi dengan syarat hanya mondok saja tidak ada sekolah formalnya. Lalu masuklah beliau ke Pondok Pesantren Al-Ishlah Lasem asuhan Asy-Syaikh Mashduqi bin Sulaiman Allasimi. Pada dua tahun awal ngajinya tidaklah maksimal, sebab Kiai Miftach banyak keluar pondok untuk bermain, jalan-jalan dengan pakaian modern di zamannya. Pada tahun ketiga beliau mendapat surat dari abahnya, yang berbunyi <em>\u201cMif, tolong kamu belajar yang benar. Kamu diharap bisa meneruskan perjuangan abah\u201d.<\/em><\/p>\n<p>Surat abahnya itu menjadi peringatan bagi Kiai Miftach yang selama ini sering bermain dan keluar pondok. Beliau pun dengan rasa sadar tidak berani keluar pondok lagi, mecukur gundul rambutnya, siang-malam ngaji dan muthola\u2019ah kitab. Sebelum mengaji, beliau sering kali berwudhu. Setiap jam 2 malam bangun melaksanakan shalat tahajjud yang dilanjutkan <em>mutola&#8217;ah<\/em> kitab. Meskipun tidak paham, beliau tetap semangat belajar dan membaca sebisanya. Bahkan Kiai Miftach pada proses ini sering mengalami ada yang menuntun mengajarinya untuk bisa paham kitab yang dibacanya. Kejadian ini bisa dibilang terbukanya (ke-futuh) keilmuan KH. Miftachul Akhyar.<\/p>\n<p>KH. Miftachul Akhyar nyantri di Lasem selama tiga tahun, pada tahun 1971 sampai 1974 M. Ketika semangat ngajinya mulai naik dratis, Kiai Miftach kembali jatuh sakit, yang menyebabkannya tidak bisa berjalan, akhirnya beliau pulang ke rumah.\u00a0 Dalam hatinya telah tertanam cita-cita ingin belajar di Makkah al-Mukarramah kepada Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki, namun karena kondisinya masih sakit membuatnya tidak jadi pergi ke Makkah. Di sela-sela kondisinya sakit justru malah datang kejadian yang tidak pernah beliau duga sebelumnya yaitu menikah di usia muda.<\/p>\n<p><strong>Nikah di Usia Muda<\/strong><\/p>\n<p>Pada pertengahan masa sakitnya ini, keluarga dari Lasem datang ke Surabaya. Sebelum itu terdapat sebuah cerita saat Kiai Abdul Ghoni mengirim kakaknya Kiai Miftach ke Lasem, Syaikh Mashduqi dawuh kepada Kiai Abdul Ghani, kalau <em>\u201cAkhyar ini obatnya hanya satu, dinikahkan\u201d.<\/em> Mendengar dawuh Syaikh Mashduqi, Kiai Abdul Ghani hanya tersenyum mengira kalau ini hanya <em>guyonan<\/em>. Sebab usia Kiai Miftach masih 20 tahun. Sedangkan kakaknya sendiri masih mondok di Lasem alias belum menikah.<\/p>\n<p>Karena dawuh Syaikh Mashduqi dikira hanya <em>guyon<\/em>, maka Kiai Abdul Ghani pamit undur diri setelah mengantar anaknya sowan. Namun Syaikh Mashduqi mempertegas kembali dawuhnya, <em>\u201cMiftah ini sakitnya baru sembuh kalau dinikahkan&#8221;. <\/em><\/p>\n<p>Kemudian keluarga matur<em> &#8220;Ngapunten Syaikh, Miftah ini kan masih muda, ilmunya belum cukup, belum bisa apa-apa. Terus mau dinikahkan dengan siapa?&#8217;<\/em> tutur Kiai Abdul Ghani.<\/p>\n<p><em>&#8216;Lha dengan putri saya,<\/em>&#8216; jawab Syaikh Mashduqi. Kiai Miftachul Akhyar dan keluarga setengah tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Menurut beliau, secara nalar, ini jelas tidak masuk akal. Sebab beliau hanya seorang santri biasa, tidak memiliki prestasi, bahkan sering kali keluar pondok. Tetapi justru diambil menantu oleh ulama besar. Karena kondisi tersebut yang\u00a0 membuatnya bingung, Kiai Miftach sempat pergi guna menenangkan diri.<\/p>\n<p>Sedangkan di sisi lain, Syaikh Mashduqi sudah sangat yakin untuk menikahkan putrinya yang bernama Ning Halimah dengan Kiai Miftachul Akhyar. Sangat disayangkan, karena Syaikh Mashduqi tidak sempat menyaksikan langsung akad nikahnya. Sebab beliau berpulang ke Rahmatullah di bulan Jumadil Akhir, sedangkan akad nikah putrinya dengan KH. Miftachul Akhyar terjadi di bulan Dzulhijjah. Setelah akad nikah, pada tahun 1975 Kiai Miftach tinggal di Lasem, di sana beliau diminta mengajar\u00a0 selama 3 tahun.<\/p>\n<p><strong>Mendirikan Pesantren<\/strong><\/p>\n<p>KH. Miftachul Akhyar mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah yang terletak di Kedung Tarukan Surabaya. Pada awalnya, beliau ingin menetap di Rangkah, di pesantren keluarga, karena pesantren tersebut sudah ada yang berjuang di sana, akhirnya beliau memilih untuk memperjuangkan agama Islam di Kedung Tarukan. Kebetulan di sana ada rumah ibunya, peninggalan leluhur.<\/p>\n<p>Seperti Pondok Pesantren Tebuireng dan Lirboyo, pada saat itu di daerah Kedung Tarukan masih sangat rawan dan menjadi basis anak-anak nakal, alias preman. Tidak lama setelah tinggal di Kedung Tarukan, ada empat orang yang menitipkan putranya untuk ngaji. Karena belum ada ruangan untuk santri, mereka pun dikontrakkan di rumah tetangga, kini pondoknya sudah mengalami perluasan, bahkan ada 5 rumah warga yang dibeli untuk pembangunan pesantren. Perlahan-lahan beliau berdakwah dan berjuang di tengah masyarakat yang sangat awam. Sehingga membuat banyak para preman yang bertaubat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Sumber: FB: Miftachus Sunnah<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ni\u2019amul Qohar Para warga nadhliyin tentu saja tidak asing lagi dengan nama KH. Miftachul&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[231,143,25],"series":[],"class_list":["post-1322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biografi-ulama","tag-kh-miftachul-akhyar","tag-penderek-ulama","tag-ulama-nusantara-center"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar - Ulama Nusantara Center<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar - Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Ni\u2019amul Qohar Para warga nadhliyin tentu saja tidak asing lagi dengan nama KH. Miftachul...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-30T06:14:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-29T06:46:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1705\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@center_ulama\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322\"},\"author\":{\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b\"},\"headline\":\"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar\",\"datePublished\":\"2021-12-30T06:14:29+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-29T06:46:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322\"},\"wordCount\":1186,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"KH. Miftachul Akhyar\",\"Penderek Ulama\",\"Ulama Nusantara Center\"],\"articleSection\":[\"Biografi Ulama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322\",\"name\":\"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar - Ulama Nusantara Center\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-30T06:14:29+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-29T06:46:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1705},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/\",\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"description\":\"Melestarikan Khazanah Pemikiran dan Karya Ulama Nusantara\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization\",\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png\",\"width\":499,\"height\":499,\"caption\":\"Ulama Nusantara Center\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama\",\"https:\/\/x.com\/center_ulama\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b\",\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png\",\"caption\":\"Ulama Nusantara Center\"},\"description\":\"Melestarikan khazanah ulama Nusantara dan pemikirannya yang tertuang dalam kitab-kitab klasik\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.ulamanusantaracenter.com\",\"Ulama Nusantara Center\",\"https:\/\/x.com\/Ulama Nusantara Center\"],\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar - Ulama Nusantara Center","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar - Ulama Nusantara Center","og_description":"Oleh: Ni\u2019amul Qohar Para warga nadhliyin tentu saja tidak asing lagi dengan nama KH. Miftachul...","og_url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322","og_site_name":"Ulama Nusantara Center","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama","article_author":"Ulama Nusantara Center","article_published_time":"2021-12-30T06:14:29+00:00","article_modified_time":"2022-05-29T06:46:26+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1705,"url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ulama Nusantara Center","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Ulama Nusantara Center","twitter_site":"@center_ulama","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ulama Nusantara Center","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322"},"author":{"name":"Ulama Nusantara Center","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b"},"headline":"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar","datePublished":"2021-12-30T06:14:29+00:00","dateModified":"2022-05-29T06:46:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322"},"wordCount":1186,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg","keywords":["KH. Miftachul Akhyar","Penderek Ulama","Ulama Nusantara Center"],"articleSection":["Biografi Ulama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322","name":"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar - Ulama Nusantara Center","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg","datePublished":"2021-12-30T06:14:29+00:00","dateModified":"2022-05-29T06:46:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#primaryimage","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/KH.-Miftachul-Akhyar-1-scaled.jpg","width":2560,"height":1705},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=1322#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sekilas Mengenal Rais Aam PBNU 2021-2026, KH. Miftachul Akhyar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/","name":"Ulama Nusantara Center","description":"Melestarikan Khazanah Pemikiran dan Karya Ulama Nusantara","publisher":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization","name":"Ulama Nusantara Center","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png","width":499,"height":499,"caption":"Ulama Nusantara Center"},"image":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama","https:\/\/x.com\/center_ulama"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b","name":"Ulama Nusantara Center","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png","caption":"Ulama Nusantara Center"},"description":"Melestarikan khazanah ulama Nusantara dan pemikirannya yang tertuang dalam kitab-kitab klasik","sameAs":["http:\/\/www.ulamanusantaracenter.com","Ulama Nusantara Center","https:\/\/x.com\/Ulama Nusantara Center"],"url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1322"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1325,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1322\/revisions\/1325"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1322"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fseries&post=1322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}