{"id":3511,"date":"2023-02-24T04:45:31","date_gmt":"2023-02-24T04:45:31","guid":{"rendered":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511"},"modified":"2024-03-18T07:40:16","modified_gmt":"2024-03-18T07:40:16","slug":"syaikh-ibrahim-al-fathani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511","title":{"rendered":"Syaikh Ibrahim al-Fathani"},"content":{"rendered":"<p><strong>Syaikh Ibrahim al-Fathani. <\/strong>Banyak kalangan yang mengenal nama besarnya, terlebih para santri dari Nusantara yang menimba ilmu di Haramain. Ia menguasai berbagai disiplin ilmu agama, terlebih dalam bidang tafsir. Keilmuannya diakui banyak kalangan hingga manca negara. Mereka berdatangan untuk menimba ilmu kepadanya..<\/p>\n<h2><strong>Garis Keturunan<\/strong><strong><br \/>\n<\/strong><\/h2>\n<p>Syaikh Ibrahim al-Fathani lahir kota suci Makkah pada 1320 H\/1902 M. Ia merupakan putra dari Syaik Daud ibn Abdul Qadir ibn Abdullah ibn Idris al-Fathani. Nasabnya masih bertemu dengan <a href=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/syaikh-daud-al-fathani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Syaikh Daud ibn Abdullah al-Fathani<\/strong><\/a>, salah seorang ulama Patani (Thailand) yang masyhur dengan kealimannya yang menjadi salah satu pengajar di Masjidil Haram dan mempunyai banyak karya, baik berliteratur Arab maupun Jawi. Garis keturunan keduanya bertemu di Syaikh Abdullah ibn Idris al-Fathani.<\/p>\n<h2><strong>Riwayat Keilmuan Syaikh Ibrahim<br \/>\n<\/strong><\/h2>\n<p>Syaikh Ibrahim al-Fathani hidup di lingkungan yang penuh dengan keilmuan dan kereligiusan. Ayahnya, Syaikh Daud al-Fathani sangat memperhatikan masalah pendidikannya sejak usia dini. Ayahnya memasukkannya di di <em>kuttab<\/em> (madrasah al-Qur\u2019an) di bawah asuhan Sayyid Husein al-Maliki. Sang guru sering mengajaknya untuk bertawaf di Masjidil Haram dan menghadiri halaqah para ulama yang mengajar di serambi Makkah. Di <a href=\"https:\/\/attaubah-institute.com\/kuttab-adalah\/\"><strong>kuttab<\/strong><\/a> asuhan Syaikh Husein al-Maliki, Syaikh Ibrahim al-Fathani telah menghafalkan al-Qur\u2019an 30 juz secara tuntas. Sang guru sangat puas dengan prestasinya. Ia termasuk salah satu murid andalannya.<\/p>\n<p>Setelah menghafalkan al-Qur\u2019an, Syaikh Ibrahim al-Fathani melanjutkan belajarnya di Madrasah al-Hasyimiyyah selama 5 tahun. Kemudian, ia fokus menghadiri halaqah keilmuan yang diselenggarakan di <a href=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/mengapa-bukunya-diselesaikan-di-masjidil-haram\/\"><strong>Masjidil Haram<\/strong><\/a>. Syaikhnya di antaranya adalah Syaikh Muhammad ibn Abdul Qadir al-Fathani (pamannya), Syaikh Muhammad Ali ibn Husein al-Maliki, Syaikh Said ibn Muhammad al-Yamani, dan Syaikh Hasan ibn Said al-Yamani. Juga, ia belajar kepada Syaikh Muhammad Yahya Aman, Syaikh Isa ibn Muhammad Rawas, Syaikh Umar Hamdan al-maHrusi, Syaikh Umar ibn Abu Bakar Bajunaid. Selain itu, ia belajar kepada Syaikh Abbas ibn Abdul Aziz al-Maliki, Syaikh Muhammad Habibullah al-Sinqithi, Syaikh \u2018Ais al-Fardhi, Syaikh Ahmad Abdullah Nadhirin, dan Syaikh Muhammad Amin al-Kutbi.<\/p>\n<h2><strong>Syaikh Ibrahim Mengajar di Masjidil Haram<\/strong><\/h2>\n<p>Syaikh Ibrahim al-Fathani mempelajari berbagai cabang keilmuan. Ditopang dengan al-Qur\u2019an yang sudah ia hafalkan, maka ia dapat mengkaji ilmu tafsir dan fikih dengan mendalam sebab dalil atau hujjah utamanya sudah ia kuasai. Oleh sebab itu, saat pamannya, Syaikh Muhammad Abdul Qadir wafat,\u00a0 penguasa Haramain menunjuknya untuk menggantikan posisinya dalam mengajar di Masjidil Haram. Peristiwa ini terjadi pada 1350 H\/1931 M. Wadifah itu berlanjut hingga akhir hayatnya. Tempat pengajiannya berada di Bab al-Sal\u00e2m dan Bab al-Nabi serta di Serambi antara Bab al-Sal\u00e2m dan Qayatabi. Masanya setelah Magrib dengan materi spesial yaitu tafsir al-Qur\u2019an dan fiqih. Selain itu, ia juga mengajar Gramatika Arab, ushul fiqih, dan Hadist seperti kitab <em>Takhr<\/em><em>\u00eej al-Furu\u2019 \u2018al<\/em><em>\u00e2 al-Ush<\/em><em>\u00fbl<\/em> dan kitab <em>Riy<\/em><em>\u00e2dhu al-Sh<\/em><em>\u00e2lih<\/em><em>\u00een<\/em>.<\/p>\n<p>Karena takut kajiannya akan membuat bosan thalabahnya, maka Syaikh Ibrahim al-Fathani menyelingi dengan sebuah nasehat dan petunjuk, serta cerita-cerita yang mengandung hikmah. Ia mengupayakan materi keilmuannya akan kedengaran mudah. Ia mengerjakan semuua dengan penuh ikhlas dan amanah. Jika merasa masih ada materi yang muridnya belum memahami isinya, maka ia tidak akan berpindah ke pembahasan yang lain. Ia mempersilahkan kepada mereka untuk bertanya dan ia akan menjawab pertanyaan dengan penuh tanggung jawab. Dengan metode seperti ini, maka tidak mengherankan jika murid-muridnya banyak yang menjadi alim di antaranya adalah <a href=\"https:\/\/globalpress.id\/syaikh-yasin-ibn-isa-al-fadani-sang-musnid-dunya-dari-nusantara\/\"><strong>Syaikh Yasin ibn Isa al-Fadani<\/strong><\/a> dan Syaikh Abdul Wahhab Ibrahim.<\/p>\n<h2><strong>Syaikh Ibrahim Berkunjung ke Nusantara<\/strong><\/h2>\n<p>Meskipun jasad Syaikh Ibrahim al-Fathani berada di Haramain, namun ia sangat memperhatikan tanah leluhurnya, yaitu Malaysia. Beberapa kali ia mengunjungi Malaysia untuk tujuan dakwah dan meniupkan semangat dalam menyebarkan agama Allah. Selain Malaysia, ia pernah mengunjungi Hindia.<\/p>\n<h2><strong>Syaikh Ibrahim <\/strong><strong>Mengajar di Darul Ulum<\/strong><\/h2>\n<p>Syaikh Ibrahim al-Fathani sangat akrab dengan ulama Melayu yang bermukim di Haramain. Ulama Nusantara yang berada di Haramain di antaranya adalah Syaikh Muhsin ibn Ali al-Palimbani, Syaikh Muhaimin al-Lasemi, Syaikh Zubair ibn Ahmad al-Filfulani, Syaikh Ahmad al-Qisthi, Syaikh Husein ibn Abdul Ghani al-Palimbani, dan Syaikh Yasin al-Fadani. Ketika akh\u00e2biru (pembesar) ulama Melayu, khususnya Indonesia mendirikan Madrasah Dar al-Ulum pada \u00a016 syawwal 1352, Syaikh Ibrahim al-Fathani ikut serta dalam mengajar di dalamnya. Dengan senang hati ia mengabulkan permintaan para muassis agar ia ikut mengajar. Ulama Nusantara mendirikan Madrasah Dar al-Ulum karena ada sebuah masalah. Yaitu, ada\u00a0 salah seorang syaikh di Madrasah Shaulathiyyah yang menghina pelajar Indonesia sebab membaca koran yang berbahasa Melayu. Karena menyangkut-nyangkut nama kebangsaan Indonesia, maka pembesar ulama Indonesia sepakat menarik semua syaikh dan siswa yang belajar di Shaulathiyyah untuk pindah di Dar al-Ulum. Ulama yang didaulat sebagai mudir pertamanya adalah <a href=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/biografi-singkat-al-allamah-as-sayyid-mukhsin-bin-ali-al-musawa-al-palembangi\/\"><strong>Syaikh Muhsin ibn Ali al-Palimbani<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p>Syaikh Ibrahim al-Fathani tidak hanya mengajar di Masjidil Haram dan Madrasah Dar al-Ulum. Ia juga mempunyai wadifah mengajar di Ma\u2019had al-Ilmiyyi al-Sa\u2019udiyyi, kediaman Syaikh Husein ibn Ali al-Maliki, dan di Madrasah Tahdhir al-Bi\u2019stat.<\/p>\n<h2><strong>Berdakwah di Berbagai Tempat<\/strong><\/h2>\n<p>Jika para santri masih ada yang merasa haus dengan ilmu Syaikh Ibrahim al-Fathani, maka mereka mendatangi kediamannya untuk belajar lagi. Rumahnya terbuka untuk umum sebagai tempat berlabuh untuk mendikusikan masalah agama, baik yang datangnya dari muridnya atau masyarakat umum. Ia sering dimintai fatwa untuk menghilangkan ganjalan-ganjalan atas problematika yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Dengan senang hati Syaikh Ibrahim al-Fathani akan melayani permintaan tersebut.<\/p>\n<p>Jika tugasnya mengajar dan melayani masyarakat sudah selesai, maka Syaikh Ibrahim al-Fathani menggunakan waktu senggangnya untuk mengarang sebuah kitab. Ia merupakan ulama yang produktif. Di antara karya tulisnya adalah Nahj al-Burdah, kitab al-Faraidh, Tafs\u00eer al-\u2018Asyar min al-Qur\u2019ani al-Kar\u00eem, Syarah Riy\u00e2du a-Sh\u00e2likin (belum sempurna), dan Nadzam Ishtilahat al-Minhhaj fi <u>H<\/u>ik\u00e2yati al-Khil\u00e2f.<\/p>\n<p>Nama Syaikh Ibrahim al-Fathani yang semakin mengembang. Jadwal dakwahnya semakin memadat. Banyak tawaran kepadanya untuk mengisi acara dakwah di radio milik pemerintah Saudi Arabia dengan kajian ilmu Hadist dan tafsir. Beberapa kali ia menulis di majalah atas permintaan dewan redaksi. Ia pernah menulis syair sebanyak 50 judul yang isinya menyayat hati pembacanya.<\/p>\n<h2><strong>Kembali ke Rahmatullah<\/strong><\/h2>\n<p>Kecintaan\u00a0 Syaikh Ibrahim al-Fathani terhadap ilmu, menumbuhkan hobi untuk mengumpulkan beberapa karya tulis dari berbagai jenis kajian. Ia mempunyai perpustkaan khusus yang di dalamnya berisi banyak kitab. Kitab-kitab koleksinya tersebut diwakafkan di maktabah universitas Umm al-Qura menjelang kewafatannya. Ia kembali ke Rahmatullah pada hari Selasa 13 Sya\u2019ban 1413 H\/1992 M. Ia dimakamkan di Pemakaman <a href=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/2-ulama-nusantara-yang-wafat-pada-bulan-dzulhijjah-dan-dimakamkan-di-mala\/\">Ma&#8217;la<\/a>.<\/p>\n<p>By Amirul Ulum<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syaikh Ibrahim al-Fathani. Banyak kalangan yang mengenal nama besarnya, terlebih para santri dari Nusantara yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,358],"tags":[533,8],"series":[],"class_list":["post-3511","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-biografi-ulama","category-ulama-nusantara","tag-syaikh-ibrahim-daud-al-fathani","tag-ulama-nusantara"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Syaikh Ibrahim al-Fathani<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Syaikh Ibrahim al-Fathani. Banyak kalangan yang mengenal nama besarnya, terlebih para santri dari Nusantara yang menimba ilmu di Haramain...\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, nofollow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Syaikh Ibrahim Daud al-Fathani Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Guru Para Ulama Nusantara Syaikh Ibrahim ibn Daud al-Fathani. Ia dikenal menguasai berbagai disiplin ilmu agama, terutama bidang tafsir yang telah mengantarkannya sebagai salah seorang pengajar di Masjidil Haram, menggantikan pamannya, Syaikh Muhammad ibn Abdul Qadir al-Fathani. Pengajiannya ramai akan thalabah yang berdatangan, terlebih dari kalangan Melayu (Jawi). Tidak bosan-bosannya santri Jawi mengunjungi halaqahnya sebab penyampaian materinya tidak membuat jemu bagi yang mendengarnya. Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-24T04:45:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-18T07:40:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/syaikh-ibrahim-ibn-daud-al-fathani-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Syaikh Ibrahim Daud al-Fathani\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Guru Para Ulama Nusantara Syaikh Ibrahim ibn Daud al-Fathani. Ia dikenal menguasai berbagai disiplin ilmu agama, terutama bidang tafsir yang telah mengantarkannya sebagai salah seorang pengajar di Masjidil Haram,\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@center_ulama\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511\"},\"author\":{\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b\"},\"headline\":\"Syaikh Ibrahim al-Fathani\",\"datePublished\":\"2023-02-24T04:45:31+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-18T07:40:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511\"},\"wordCount\":1000,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization\"},\"keywords\":[\"syaikh ibrahim daud al fathani\",\"Ulama Nusantara\"],\"articleSection\":[\"Biografi Ulama\",\"Ulama Nusantara\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511\",\"name\":\"Syaikh Ibrahim al-Fathani\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-02-24T04:45:31+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-18T07:40:16+00:00\",\"description\":\"Syaikh Ibrahim al-Fathani. Banyak kalangan yang mengenal nama besarnya, terlebih para santri dari Nusantara yang menimba ilmu di Haramain...\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Syaikh Ibrahim al-Fathani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/\",\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"description\":\"Melestarikan Khazanah Pemikiran dan Karya Ulama Nusantara\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization\",\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png\",\"width\":499,\"height\":499,\"caption\":\"Ulama Nusantara Center\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama\",\"https:\/\/x.com\/center_ulama\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b\",\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png\",\"caption\":\"Ulama Nusantara Center\"},\"description\":\"Melestarikan khazanah ulama Nusantara dan pemikirannya yang tertuang dalam kitab-kitab klasik\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.ulamanusantaracenter.com\",\"Ulama Nusantara Center\",\"https:\/\/x.com\/Ulama Nusantara Center\"],\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Syaikh Ibrahim al-Fathani","description":"Syaikh Ibrahim al-Fathani. Banyak kalangan yang mengenal nama besarnya, terlebih para santri dari Nusantara yang menimba ilmu di Haramain...","robots":{"index":"index","follow":"nofollow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Syaikh Ibrahim Daud al-Fathani Ulama Nusantara Center","og_description":"Guru Para Ulama Nusantara Syaikh Ibrahim ibn Daud al-Fathani. Ia dikenal menguasai berbagai disiplin ilmu agama, terutama bidang tafsir yang telah mengantarkannya sebagai salah seorang pengajar di Masjidil Haram, menggantikan pamannya, Syaikh Muhammad ibn Abdul Qadir al-Fathani. Pengajiannya ramai akan thalabah yang berdatangan, terlebih dari kalangan Melayu (Jawi). Tidak bosan-bosannya santri Jawi mengunjungi halaqahnya sebab penyampaian materinya tidak membuat jemu bagi yang mendengarnya. Ulama Nusantara Center","og_url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511","og_site_name":"Ulama Nusantara Center","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama","article_author":"Ulama Nusantara Center","article_published_time":"2023-02-24T04:45:31+00:00","article_modified_time":"2024-03-18T07:40:16+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1560,"url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/syaikh-ibrahim-ibn-daud-al-fathani-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ulama Nusantara Center","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Syaikh Ibrahim Daud al-Fathani","twitter_description":"Guru Para Ulama Nusantara Syaikh Ibrahim ibn Daud al-Fathani. Ia dikenal menguasai berbagai disiplin ilmu agama, terutama bidang tafsir yang telah mengantarkannya sebagai salah seorang pengajar di Masjidil Haram,","twitter_creator":"@Ulama Nusantara Center","twitter_site":"@center_ulama","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ulama Nusantara Center","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511"},"author":{"name":"Ulama Nusantara Center","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b"},"headline":"Syaikh Ibrahim al-Fathani","datePublished":"2023-02-24T04:45:31+00:00","dateModified":"2024-03-18T07:40:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511"},"wordCount":1000,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization"},"keywords":["syaikh ibrahim daud al fathani","Ulama Nusantara"],"articleSection":["Biografi Ulama","Ulama Nusantara"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511","name":"Syaikh Ibrahim al-Fathani","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website"},"datePublished":"2023-02-24T04:45:31+00:00","dateModified":"2024-03-18T07:40:16+00:00","description":"Syaikh Ibrahim al-Fathani. Banyak kalangan yang mengenal nama besarnya, terlebih para santri dari Nusantara yang menimba ilmu di Haramain...","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=3511#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Syaikh Ibrahim al-Fathani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/","name":"Ulama Nusantara Center","description":"Melestarikan Khazanah Pemikiran dan Karya Ulama Nusantara","publisher":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization","name":"Ulama Nusantara Center","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png","width":499,"height":499,"caption":"Ulama Nusantara Center"},"image":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama","https:\/\/x.com\/center_ulama"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b","name":"Ulama Nusantara Center","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png","caption":"Ulama Nusantara Center"},"description":"Melestarikan khazanah ulama Nusantara dan pemikirannya yang tertuang dalam kitab-kitab klasik","sameAs":["http:\/\/www.ulamanusantaracenter.com","Ulama Nusantara Center","https:\/\/x.com\/Ulama Nusantara Center"],"url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3511"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3511\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3523,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3511\/revisions\/3523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3511"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fseries&post=3511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}