{"id":4035,"date":"2024-01-22T07:14:35","date_gmt":"2024-01-22T07:14:35","guid":{"rendered":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035"},"modified":"2024-03-16T05:46:33","modified_gmt":"2024-03-16T05:46:33","slug":"mendengarkan-pekikan-al-faqih-al-andalusiyy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035","title":{"rendered":"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy"},"content":{"rendered":"<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\">\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: left;\">Di Kordoba Andalusia, seorang lelaki berumur 26 tahun melayat jenazah di sebuah Masjid. Ia duduk tanpa melakukan salat dua rakaat tahiyyatul masjid. Seorang mengingatkannya, \u201cBerdiri! Salatlah dua raakaat ..\u201d Ia pun berdiri dan salat dua rakaat. Usai mengantar jenazah, ia kembali ke masjid untuk menghormati ahlul mayyit. Ia salat dua rakaat sebelum duduk sesuai dengan ajaran yang ia terima. Akan tetapi, ia kembali diingatkan, \u201cDuduk .. duduk! Sekarang ini bukan waktunya salat!\u201d Saat itu mereka telah menjalankan salat Asar.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">[Dalam ajaran Malikiyah yang mendominasi Andalusia, tidak boleh salat tahiyyatul masjid setelah salat Asar. Berbeda dengan ajaran Syafiiyyah yang tetap menganggapnya sunnah meski dilakukan di waktu-waktu kar\u0101hah karena masuk dalam kategori salat yang memiliki sabab muq\u0101rin.][1]<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Ia pulang dengan membawa kesedihan. Ia berkonsultasi dengan guru spiritualnya, lalu pergi belajar kepada seorang fakih bernama Abdullah bin Da\u1e25\u1e25\u016bn. Kepada guru barunya ini, ia menceritakan pengalamannya mengenai salat tahiyyatul masjid. Ibn Da\u1e25\u1e25\u016bn memberi saran kepadanya untuk belajar Al Muwa\u1e6d\u1e6da&#8217;. Ini adalah kitab pertama yang ia pelajari, dan dia membacanya di depan beliau. Sejak itu, dia memfokuskan diri belajar ilmu-ilmu agama, baik kepada Ibn Da\u1e25\u1e25\u016bn maupun kepada lainnya. Setelah tiga tahun dia &#8220;mengurung diri,&#8221; mulailah ia menyampaikan gagasan-gagasan dan juga kritik-kritiknya.[2]<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Lelaki itu adalah Ali bin Ahmad bin Said Ibn Hazm, filsuf dan faqih dari Andalusia (384&#8211;456 H.). Ia sering dijadikan argumen bahwa belajar bisa dimulai saat usia tak lagi muda. Pernyataan ini sepenuhnya benar, akan tetapi perlu kiranya juga melihat bahwa sebelumnya Ibn Hazm telah menjadi orang penting di Andalusia. Tidak sebagai seorang faqih, akan tetapi sebagai intelektual dan praktisi pemerintahan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Ini perlu disampaikan karena proyek keagamaan Ibn Hazm jauh lebih luas dari persoalan-persoalan yang berkaitan dengan tahiyyatul masjid. Banyak hal dalam proyek keagamaannya tampak justru dipengaruhi oleh pengalamannya saat di pemerintahan, terutama saat menjabat sebagai al waz\u012br (yang mungkin setara dengan perdana menteri untuk sekarang ini). Keberaniannya dalam melakukan kritik dan kesulitannya dalam mengekang lidah tampaknya\u2014selain perosalan-persoalan subjektivitas dirinya\u2014setara dengan keresahannya terhadap umat Islam Andalusia yang ia pandang sedang berjalan menepi dari gelanggang peradaban. Sudut pandang seperti ini tentu saja merupakan buah dari pengalamannya yang lama di pemerintahan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Salah satu contoh ketajaman penanya adalah apa yang dikutip oleh Imam A\u017c \u017bahabiyy dalam \u201cSiyar A&#8217;l\u0101m al Nubal\u0101`\u201d: &#8220;Benar-benar skandal!! Empat tokoh dalam jarak tiga hari perjalanan, yang masing-masing bergelar &#8216;amirul mukminin\u2019 \u2026 Ini sungguh perilaku yang tak pernah terdengar padanannya sebelum ini.&#8221;[3]<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Pekikan Ibn Hazm tidaklah berada di ruang hampa. Ia mewakili kekhawatiran banyak kalangan terhadap Andalusia Islam. Thulaithila (Toledo) yang berjarak 314 km. dari Kordoba, tempat Ibn Hazm berpijak, terlepas dari tangan umat Islam tahun 478 H. Setelah itu, umat Islam semakin lemah di Andalusia, dan sampai pada titik krusialnya saat Kordoba itu sendiri jatuh pada tahun 633, sebelum sampai di penghujung ketak-berdayaannya dengan ambruknya Grenada.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Dalam pengembaraannya di bidang keilmuan, imam besar dalam Mazhab Dzahiri ini telah meninggalkan karya-karya penting. Ia disebut sebagai ulama paling produktif dalam melahirkan karya tulis setelah Imam A\u1e6d \u1e6cabariyy. Putranya, Ab\u016b R\u0101fi&#8217; Al Fa\u1e0dl, mengatakan bahwa karya ayahnya di bidang fikih, Hadis, ushul, sejarah, an ni\u1e25al wa al milal, adab, dan lain sebagainya mencapai kira-kira 400 mujallad yang menghabiskan hampir delapan puluh ribu lembar kertas.[4]<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Salah satu karyanya yang mudah saya sentuh dan pahami adalah Al Mu\u1e25all\u0101, lengkapnya \u201cAl Mu\u1e25all\u0101 bi al \u0100\u1e61\u0101r Syar\u1e25 al Mujall\u0101 bi al Ikhti\u1e63\u0101r. Kitab ini sangat masyhur, bahkan dalam sejumlah kalangan Ibn Hazm sendiri lebih dikenal dengan karyanya ini. Karya ini sangat monumental sehingga ia sah disebut sebagai imam sekaligus penyebar Mazhab Zahiri paling populer. Selain pendapat-pendapatnya, kitab ini memuat kekayaan fikih karena menyitir berbagai pendapat tidak saja dari Mazahib Arba\u2019ah akan tetapi juga pendapat-pendapat dari ulama-ulama salaf lainnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Ada sejumlah masalah di dalam Al Mu\u1e25all\u0101 yang dapat diajukan sebagai contoh kepribadian intelektual serta pemberontakannya.<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Salah satunya adalah masalah salat wanita di masjid.<\/div>\n<div dir=\"auto\">Saat mayoritas umat Islam menyampaikan bahwa wanita lebih baik salat di rumahnya daripada di masjid, ia dengan lantang mengatakan sebaliknya: wanita sebaiknya salat di masjid. Berita-berita tentang wanita yang ikut berjamaah salat di masjid pada era Nabi dan era Sahabat begitu terkenal sehingga mencapai derajat mutawatir. Aisyah meriwayatkan bahwa parempuan-perempuan ikut salat Subuh bersama Rasulullah Saw. Mereka pulang dengan menutupi kepala dan tubuhnya dengan semacam kain selimut, tak ada yang mengenalinya karena keadaan masih gelap[5]; Nabi menyampaikan bahwa beliau bermaksud memanjangkan bacaan salat, akan tetapi beliau mendengar tangisan anak sehingga mempercepat salatnya. Beliau khawatir ibunya terganggu[6]; Sahl bin Sa\u2019d meriwayatkan bahwa sejumlah lelaki mengikatkan sarungnya pada leher saat salat bersama Rasulullah Saw. Seseorang mengatakan, \u201cWahai para perempuan, jangan angkat kepalamu sampai kaum lelaki telah mengangkat (kepalanya).\u201d[7]<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Menurut Ibn Hazm, Tak mungkin Rasulullah Saw. membiarkan kaum perempuan memperberat diri hadir di masjid jika itu semua justru mengurangi pahala salatnya. Rasulullah\u2014sebagaimana dalam QS. At Taubah: 128\u2014adalah seorang nabi yang merasa berat melihat penderitaan umatnya dan sangat menginginkan kebaikan untuknya. Beliau\u2014sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin \u2018Amr bin al \u2018\u0100sh\u2014juga mengatakan, \u201cTidak ada satupun seorang nabi sebelum diriku, kecuali wajib bagi dia untuk menunjukkan umatnya terhadap yang baik tentang apa yang dia ketahui, dan memperingatkannya dari keburukan tentang apa yang dia ketahui.\u201d[8]<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Rasul Saw.\u2014dengan predikat seperti itu\u2014pasti melihat sesuatu yang positif perempuan menghadiri jamaah di masjid sehingga membiarkannya bersusah payah menghadirinya. Jika wanita dianggap fitnah bagi masyarakat, tentu mereka akan dilarang ke pasar dan jalanan. Akan tetapi, kenapa itu semua dipersilahkan dan hanya masjid saja yang menjadi objek larangan? Abu Hanifah bahkan memperbolehkan perempuan bepergian sendirian, dan melakukan perjalanan pada jarak dua hari setengah.[9]<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Membaca Ibh Hazm tidak saja kita menemukan argumentasi-argumentasi, akan tetapi juga luapan emosi. Dahulu, ini adalah salah satu yang menjadikan tulisan-tulisannya tak digemari, akan tetapi sekarang yang demikian ini tampaknya justru bagian dari daya tariknya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Pendapat Ibn Hazm ini sering hadir dalam benak diri saat melihat ibu-ibu pergi ke masjid, terutama saat di Makkah dan Madinah. Saya melihat beberapa ibu-ibu justru tampak lebih rajin ke masjid ketimbang bapak-bapak saat di sana. Membaca pendapat Ibn Hazm rasanya merasa terbantu secara spiritual. Rasanya tak tega, melihat ibu-ibu datang ke Makkah dan Madinah lalu dianjurkan untuk salat di kamar hotel.<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Tentu harus disampaikan bahwa ke masjid tujuannya adalah untuk beribadah. Ibn Hazm sangat tegas mengenai etika ke masjid ini. Wallaahu a\u2019lam.<\/div>\n<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">[1] Muhammad bin \u1e24am\u016bd al W\u0101`iliyy, Bu\u0121yah al Muqta\u1e63id Syarh Bid\u0101yah al Mujtahid li Ibn Rusyd al \u1e24af\u012bd, juz 3, hal. 1130\u20141131; al Im\u0101m An Nawawiyy, Al Majm\u016b\u2019 Syarh al Muha\u017c\u017cab, juz 4, hal. 168.<\/div>\n<div dir=\"auto\">[2] A\u017c \u017bahabiyy, Siyar A\u2019l\u0101m an Nubal\u0101`, juz 18, hal. 199; \u1e62al\u0101\u1e25 ad D\u012bn Khal\u012bl A\u1e63 \u1e62afadiyy, Al W\u0101f\u012b bi al Wafiyy\u0101t, juz 20, hal. 95.<\/div>\n<div dir=\"auto\">[3] A\u017c \u017bahabiyy, Siyar A\u2019l\u0101m an Nubal\u0101`, juz 17, hal. 529.<\/div>\n<div dir=\"auto\">[4] Al Waz\u012br Jam\u0101l ad D\u012bn al Qif\u1e6diyy, Ikhb\u0101r al Ulam\u0101` bi Akh\u0101r al \u1e24ukam\u0101`, hal. 156<\/div>\n<div dir=\"auto\">[5] Al Bukh\u0101riyy, Al J\u0101mi\u2019 A\u1e63 \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25, juz 1, hal. 296; Muslim, \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Muslim, juz 1, hal. 446.<\/div>\n<div dir=\"auto\">[6] Al Bukh\u0101riyy, Al J\u0101mi\u2019 A\u1e63 \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25, juz 1, hal. 250; Muslim, \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Muslim, juz 1, hal. 343.<\/div>\n<div dir=\"auto\">[7] Muslim, \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Muslim, juz 1, hal. 326.<\/div>\n<div dir=\"auto\">[8] Muslim, \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Muslim, juz 3, hal. 1472.<\/div>\n<div dir=\"auto\">[9] Al Mu\u1e25all\u0101, juz 3, hal. 519.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\" style=\"text-align: left;\">\n<div dir=\"auto\">Keterangan foto:<\/div>\n<div dir=\"auto\">Alhamdulillah hari ini mendapat kehormatan diajak podcast kawan-kawan dari Mathali&#8217;ul Falah Kajen, Devisi Media. Sepertinya ada suasana Ibn Hazm di sini .. he hee ..<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xtlvy1s x126k92a\">\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: left;\">Terimakasih Gus Ahmad Nadhif, Kang Ghufron, Kang Zaim, dan kawan-kawan yang lain.<\/div>\n<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><em><strong>Sumber: Facebook\u00a0 Dr. KH.\u00a0 Abdul Ghofur\u00a0 MZ<\/strong><\/em><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Kordoba Andalusia, seorang lelaki berumur 26 tahun melayat jenazah di sebuah Masjid. Ia duduk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4036,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"series":[],"class_list":["post-4035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy - Ulama Nusantara Center<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy - Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di Kordoba Andalusia, seorang lelaki berumur 26 tahun melayat jenazah di sebuah Masjid. Ia duduk...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-22T07:14:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-16T05:46:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1205\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"709\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Ulama Nusantara Center\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@center_ulama\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ulama Nusantara Center\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035\"},\"author\":{\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b\"},\"headline\":\"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy\",\"datePublished\":\"2024-01-22T07:14:35+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-16T05:46:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035\"},\"wordCount\":1219,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035\",\"name\":\"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy - Ulama Nusantara Center\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png\",\"datePublished\":\"2024-01-22T07:14:35+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-16T05:46:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png\",\"width\":1205,\"height\":709},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/\",\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"description\":\"Melestarikan Khazanah Pemikiran dan Karya Ulama Nusantara\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization\",\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png\",\"width\":499,\"height\":499,\"caption\":\"Ulama Nusantara Center\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama\",\"https:\/\/x.com\/center_ulama\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b\",\"name\":\"Ulama Nusantara Center\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png\",\"caption\":\"Ulama Nusantara Center\"},\"description\":\"Melestarikan khazanah ulama Nusantara dan pemikirannya yang tertuang dalam kitab-kitab klasik\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.ulamanusantaracenter.com\",\"Ulama Nusantara Center\",\"https:\/\/x.com\/Ulama Nusantara Center\"],\"url\":\"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy - Ulama Nusantara Center","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy - Ulama Nusantara Center","og_description":"Di Kordoba Andalusia, seorang lelaki berumur 26 tahun melayat jenazah di sebuah Masjid. Ia duduk...","og_url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035","og_site_name":"Ulama Nusantara Center","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama","article_author":"Ulama Nusantara Center","article_published_time":"2024-01-22T07:14:35+00:00","article_modified_time":"2024-03-16T05:46:33+00:00","og_image":[{"width":1205,"height":709,"url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png","type":"image\/png"}],"author":"Ulama Nusantara Center","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Ulama Nusantara Center","twitter_site":"@center_ulama","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ulama Nusantara Center","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035"},"author":{"name":"Ulama Nusantara Center","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b"},"headline":"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy","datePublished":"2024-01-22T07:14:35+00:00","dateModified":"2024-03-16T05:46:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035"},"wordCount":1219,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035","name":"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy - Ulama Nusantara Center","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png","datePublished":"2024-01-22T07:14:35+00:00","dateModified":"2024-03-16T05:46:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#primaryimage","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png","contentUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mendengarkan.png","width":1205,"height":709},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?p=4035#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mendengarkan \u201cPekikan\u201d Al Faq\u012bh al Andalusiyy"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#website","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/","name":"Ulama Nusantara Center","description":"Melestarikan Khazanah Pemikiran dan Karya Ulama Nusantara","publisher":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#organization","name":"Ulama Nusantara Center","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Logo_UNC-removebg-preview.png","width":499,"height":499,"caption":"Ulama Nusantara Center"},"image":{"@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nusantaraulama","https:\/\/x.com\/center_ulama"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/0d16f51e8c9769709761f2a45aa2e36b","name":"Ulama Nusantara Center","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/cropped-Logo-Ulama-Nusantara-Center-2-96x96.png","caption":"Ulama Nusantara Center"},"description":"Melestarikan khazanah ulama Nusantara dan pemikirannya yang tertuang dalam kitab-kitab klasik","sameAs":["http:\/\/www.ulamanusantaracenter.com","Ulama Nusantara Center","https:\/\/x.com\/Ulama Nusantara Center"],"url":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4035"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4386,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4035\/revisions\/4386"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4035"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulamanusantaracenter.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fseries&post=4035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}