Oleh: H. Suyatno Ja’far Shodiq, Lc.
Dunia telah memasuki pada masa yang serba digitalisasi. Mulai dari belanja online, kerja online, rapat online, mencari uang online bahkan ngaji dan pengajian pun secara online.
Begitulah dunia sekarang yang mau tidak mau kita harus mengikuti arus supaya tidak tergerus. Mengikuti perkembangan teknologi dengan tetap menyaring semua informasi dengan filter yang super yaitu iman dan taqwa.
Semua yang kita inginkan tentang informasi dan akademik akan mudah kita dapat. Hanya akhlak dan sikap yang tidak bisa kita dapat kecuali kita membiasakan diri berkarakter baik dan memfilter sesuatu hal dengan positif.
Itulah dunia sekarang ..!
Semua ini sunatullah dan pasti ada hikmahnya.. !
Maka berhati-hatilah jika berujar di dunia nyata dan dunia maya karena kadang kita tidak sedar bahwa apa yang kita tulis, apa yang kita komen, apa yang kita “posting” dan apa yang kita “share” di media sosial juga akan diminta untuk pertanggungjawabannya.
Bila postingan atau yang kita “share” adalah dakwah, hal-hal positif, menyeru kebaikan, maka pasti akan diberikan ganjaran pahala, kerana menjadi sebab hidayahnya kepada orang lain.
Begitu pula sebaliknya, bila postingan kita hal-hal yang dilarang agama, maka kita akan di adzab kerana perbuatan kita.
Oleh yang demikian, gunakanlah sosial mediamu dengan bijak. Jadikanlah ia sarana dakwah. Kerana dakwah tidak hanya di dunia nyata, di dunia maya pun juga!
‎كل من كان سبباً في خير كُتب له أجر عمل الخير في حياته وبعد مماته ومن كان سببا في شر كُتب له آثام ذلك الشر في حياته وبعد مماته.
Setiap siapapun yang menjadi sebab di dalam kebaikan maka di catat baginya pahala amal kebaikan di masa hidup dan matinya, dan siapa yang menjadi sebab di dalam keburukan maka di catat baginya dosa keburukan tersebut di masa hidup dan matinya.
Pendapat di atas sesuai dengan sabda suci Rosulullah SAW:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya.”
Imam Nawawi rahimahullah berkata: “ia menunjukkan dengan perkataan, lisan, isyarat dan tulisan. Imam Nawawi jauh dahulu ratusan tahun menjelaskan kandungan hadits nabi yang sekarang menjadi kenyataan.
Semoga kita selamat dan menjadi insan yang membawa pesan kesejukan dan pesan kedamain amiin.
Sumber: Facebook, Mbah Bedjo Djafar.