Karena masih penasaran dengan makna yang terkandung dalam al-Qur’an, Kartini meminta pamannya, Pangeran Ario Hadiningrat agar berkenan mempertemukannya dengan Kiai Sholeh Darat al-Samarani. Permintaan Kartini tersebut di-iya-kan oleh sang paman. Ketika keduanya bertemu, maka berlangsunglah sebuah dialog.

 

“Kiai, perkenankan saya bertanya, bagaimana hukumnya jika ada seorang yang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini memulai percakapan.

 

“Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” jawab Kiai Sholeh Darat al-Samarani.

“Kiai, selama hidup saya baru kali ini saya berkesempatan memahami makna surat al-Fatihah, surat pertama dari induk al-Qur’an. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

 

Kiai Sholeh Darat al-Samarani tertegun mendengar jawaban Kartini. Ia seolah-olah tak punya kata untuk menyela. Lalu Kartini melanjutkan, “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah al-Qur’an adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia? Selamat membaca….!

SPESIFIKASI BUKU :

Judul               : Khazanah Tafsir Nusantara

Penulis            : KH. Sholeh Darat al-Samarani

Ukuran           : 13,5×20,5 cm

Tebal               :  212 hal

ISBN               : 978-602-5653-60-5

Harga             : 65.000 IDR

Penerbit : CV. Global Press

Untuk info pemesanan silahkan hubungi ke 0856-0118-9556 (via WA/SMS/ Phone). Terima kasih atas kerjasamanya.