Beli Buku

Mengenal Prinsip Hidup Dalam Islam

Oleh: Ni’amul Qohar

Menjalani kehidupan sehari-hari, ada sebagian manusia yang menggunakan prinsip hidupnya ada juga yang tidak. Bagi yang tidak menggunakan prinsip, katanya menjalani hidupnya dengan apa adanya. Tanpa disadari, menjalani hidup apa adanya itu juga termasuk prinsip kehidupan. Sedangkan bagi yang sudah memilki prinsip, semoga tidak salah dengan pilihannya serta memiliki landasan yang benar. Agama Islam sendiri sudah mengatur kepada umat muslim agar memiliki prinsip hidup yang benar. Lantas prinsip hidup apa yang benar menurut Islam?, al-taqwa min-a ‘I-Lah wa ridlwanan, iya ketakwaan menjadi prinsip hidup yang benar dalam Islam. Seperti yang sudah dijelaskan di dalam kitab suci Al-Qur’an, “Manakah yang baik? Mereka yang mendirikan bangunannya atas dasar takwa kepada keridlaan Allah, ataukah yang mendirikan bangunannya di atas tanah pasir di tepi jurang lalu runtuh bersamanya ke dalam api neraka. Dan Allah tidak memberi petuntuk kepada mereka yang zalim.” (Q.S. at-Taubah(9); 109)

Allah SWT melalui ayat di atas telah memberikan gambaran kepada umat muslim tentang dua pilihan prinsip hidup. Pertama, prinsip hidup yang berlandaskan ketakwaan. Kedua, prinsip hidup yang tidak belandaskan ketakwaan. Pinsip hidup takwalah yang benar dan akan menyelamatkan manusia dari api neraka kelak di akhirat. Jika kita benar-benar menggunakan asas ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari, dengan tujuan mendapatkan ridhoNya, maka dengan sendirinya akan terbimbing ke arah budi pakerti yang baik (al-akhlaq al-karimah). Melalui ketakwaan bisa menimbulkan kesadaran yang mendalam akan kehadiran Allah SWT dalam kehidupan kita.

Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari.  Di tatanan kenegaraan pun prinsip ketakwaan harus menjadi pegangan umat Islam. Saya jadi teringat cerita baginda Nabi Muhammad SAW yang waktu berdakwah di Madinah. Beliau menggunakan prinsip takwa sebagai pondasi untuk membangun kerukunan dan kemajuan di kota tersebut. Bisa dilihat dalam isi Piagam Madinah, beliau sangat berpegang erat dengan prinsip dasar ketakwaan. Para sahabatnya pun demikian, salah satunya sahabat Umar ibn Khaththab yang waktu itu memberi bakal pasukannya ketika berperang agar selalu berpegang teguh dengan prinsip ketakwaan. Beliau berpesan ketika dalam perjalanan maupun pertempuran agar selalu merasa akan hadirnya Allah SWT. Hal ini juga telah dicontoh oleh para pendahulu pendiri bangsa kita yang membuat kebijakan yang luar biasa dengan memasang klausul, “Negara Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam undang-undang dasar. Dasar yang digunakan yaitu prinsip ketakwaan.

Sekarang sudah jelas sebagai umat muslim harus memiliki prinsip yang sesuai apa yang diperintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Prinsip ketakwaan menjadi pondasi yang kokoh sebagai pijakan untuk berjuang melalui berbagai hal. Asal landasannya benar pasti bangunannya akan kuat dan baik. Allah SWT akan selalu memberi pertolongan bagi siapa-pun yang bertakwa. “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Ia membukakan jalan ke luar baginya. Dan Ia membukakan rezeki baginya dari sumber yang tidak diduga-duga” (Q.S. ath-Thalaq (65); 2-3)

Share:

Ulama Nusantara Center

Melestarikan khazanah ulama Nusantara dan pemikirannya yang tertuang dalam kitab-kitab klasik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.