Oleh: Rika Mustika

Prof. Dr. H. SS Kadirun Yahya Muhammad Amin Al-Khalidi lahir di Pangkalan Berandan, Sumatra Utara pada tanggal 20 Juni 1917 bertepatan dengan 30 Sya’ban 1335 H. Ibu beliau bernama Siti Dour Siregar dan ayahnya bernama Sutan Sori Alam Harahap. Ayah beliau adalah seorang pegawai perminyakan (BPM) Pangkalan Berandan yang berasal dari kampung Sikarang-Karang, Padang Sidempuan. Keluarga besar beliau adalah keluarga islamis religius yang masih keturunan Syaikh Tarekat. Nenek dari pihak ayah dan ibu beliau diketahui keduanya adalah  Syaikh Tarekat, yaitu Syaikh Yahya dari pihak ayah dan Syaikh Abdul Manan dari pihak ibu.

Beliau diketahui mendalami tarekat sejak masih kecil. Prof. Kadirun Yahya memperdalam tarekat dengan seorang guru dari Tapanuli Selatan yang bernama Syahbuddin Aek Libung. Hingga pada suatu waktu Kadirun Yahya meminta kepada Nenek Guru untuk ikut serta pada pelaksanaan zikir dan suluk untuk pertama kalinya. Dan singkat cerita Nenek Guru yang bernama Syaikh Hasyim langsung menyuruh Kadirun Yahya sebagai pemimpin zikir pada suluk tersebut. Hingga pada tahun 1954 Syaikh Hasyim wafat, dan secara diam-diam ternyata beliau telah mewariskan seluruh ilmunya kepada Kadirun Yahya.

Dalam kepemimpinan Kadirun Yahya, Tarekat Naqsabandiah berkembang sangat pesat. Terdapat lebih dari 700 tempat ibadah dan halkah yang telah didirikan baik di dalam maupun luar negeri. Prof. Dr. H. SS Kadirun Yahya merupakan guru besar pemmpin para sufi yang ahli dalam ilmu eksakta fisika/ kimia dan ahli metafisika. Beliau adalah sosok yang cerdas. Banyak sekali riwayat perjalanan pendidikannya yaitu:

  1. I.S tahun 1924-1931 (tamat)
  2. MULO-B tahun 1931-1935 (tamat dengan voorklasse)
  3. AMS-B (Sekarang SMA 3 Yogyakarta) tahun 1935-1938 (tamat dengan beasiswa)
  4. Kuliah Umum Ketabiban tahun 1938-1940
  5. Kuliah Ilmu Jiwa, Amsterdam tahun 1940-1942 (tamat)
  6. Belajar Tasawuf/ Sufi tahun 1947-1954 mendapat 3 buah ijazah
  7. Kuliah Indologie dan Bahasa Inggris tahun 1951-1953
  8. O Bahasa Inggris 1e gedeelte tahun 1953 di Bandung
  9. Lulus Ujian Sarjana Lengkap (Drs) dalam Ilmu Filsafat Kerohanian dan Metafisika tahun 1962
  10. Doktor dalam Ilmu Filsafat Kerohanian dan Metafisika Tahun 1968
  11. Lulus Ujian Sarjana Lengkap (Drs) dalam Ilmu Fisika-Kimia,tahun 1973
  12. Lulus Ujian Sarjana Lengkap (Drs) dalam Bahasa Inggris tahun 1975

Beliau merupakan sosok yang memilki tingkat kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan. Universitas Pembangunan Panca Budi Medan adalah kampus yang didirikan beliau pada tahun 1966. Selain sebagai tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan ibadah seperti persulukan dan kegiatan peribadahan lainnya. Areal tempat Panca Budi juga dijadikan sebagai tempat tinggal beliau dan keluarga serta para murid yang berguru dengan beliau dan tinggal bersama beliau, sekaligus menjadi wadah untuk para muridnya menimba ilmu akademis dan terbuka untuk umum.

Pada awalnya Panca Budi hanya memliki satu fakultas saja yaitu fakultas Ilmu Kerohanian dan Metafisika. Ya, bukan tanpa alasan mengapa fakultas tersebut yang pertama sekali didirikan mengingat bahwa Prof. Kadirun Yahya adalah seorang ahli dalam ilmu metafisika. Seiring dengan semakin berkembangnya kampus tersebut, berbagai fakultas semakin bertambah hingga menjadikannya salah satu Universitas swasta terfavorit di kota Medan hingga sekarang. Salah satu acara besar yang dilaksanakan di Universitas Pembangunan Panca Budi Medan ini adalah Seminar Internasional yang bertajuk “Teknologi AL-Quran dalam Tasawuf Islam.” Seminar itu berlangsung pada tanggal 19-20 Juni 1986. Tidak tanggung-tanggung seminar tersebut dihadiri oleh beberapa negara di dunia, serta dihadiri oleh lebih dari 1.500 orang wakil-wakil alkah di bawah naungan Yayasan Prof. Kadirun Yahya. Mereka berasal dari dalam maupun luar negeri, serta para ilmuwan dan cendikiawan dari pelosok tanah air maupun luar negeri.  Penggerak utama dalam seminar tersebut adalah Prof. Dr. H. SS. Kadirun Yahya Muhammad Amin Al- Khalidi.

Beliau adalah salah satu ulama tarekat yang berhasil memadukan antara ilmu zikir dan IPTEK modern. Beliau juga merupakan seorang mursyid syaikh Tarekat Naqsabandiah dengan silsilah sebagai berikut:

  1. Sayyidina Abu Bakar Siddiq r.a
  2. Sayyidina Salman AlFarisi r.a
  3. Sayyidina Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Siddiq r.a
  4. Sayyidina Ja’far Ash Shadiq r.a
  5. Al ‘Arif Billah Sultanul Arifin Asysyaikh Thaifur bin Isa bin Adam bin Sarusyan, yang dimasyhurkan namanya Syaikh Abu Yazid Al Bustami Quddusu Sirruhu (qs)
  6. Asyaikh Abul Hasan Ali bin Abu Ja’far Al Kharqani qs
  7. Asyaikh Abu Ali AlFadhal bin Muhammad Aththusi Al Farimadi qs
  8. Asyaikh Abu Yaqub Yusuf AlHamadani bin Ayyub bin Yusuf bin AlHusain qs dengan nama lain Abu Ali Assamadani
  9. Asyaikh Abdul Khaliq AlFajduwani Ibnu Al Imam Abdul Jamil qs
  10. Asyaikh Ar Riwikari qs
  11. Asyaikh Mahmud AlInjiri Faghnawi qs
  12. Asyaikh Ali ArRamitani yang dimasyhurkan namanya dengan Asysyaikh Azizan qs
  13. Asyaikh Muhammad Baba Assamasi qs
  14. Asyaikh Sayyid Amir Kulal bin sayyid Hamzah qs
  15. Asyaikh Bahauddin Naqsyabandi qs
  16. Asyaikh Muhammad Al Bukhari AlKhawarizumi yang dimasyhurkan namanya dengan Asysyaikh Alauddin alAththar qs
  17. Asyaikh Ya’qub Al Jarkhi qs
  18. Asyaikh Nashiruddin Ubaidullah AlAhrar Assamarqandi bin Mahmud bin Shihabuddin qs
  19. Asyaikh Muhammad Azzahid qs
  20. Asyaikh Darwis Muhammad Samarqandi qs
  21. Asyaikh Muhammad AlKhawajaki AlAmkani Assamarqandi qs
  22. Asyaikh Muayyiddin Muhammad AlBaqi Billah qs
  23. Asyaikh Ahmad AlFaruqi Assirhindi qs
  24. Asyaikh Muhammad Ma’shum qs
  25. Asyaikh Muhammad Saifuddin qs
  26. Asyaikh Asysyarif Nur Muhammad AlBadwani qs
  27. Asyaikh Syamsuddin Habibullah Jani Janani Muzhir Al ‘Alawi qs
  28. Asyaikh Abdullah Addahlawi qs
  29. Asyaikh Dhiyauddin Khalid AlUtsmani AlKurdi qs
  30. Asyaikh Abdullah Affandi qs
  31. Asyaikh Sulaiman AlQarimi qs
  32. Asyaikh Sulaiman Azzuhdi qs
  33. Asyaikh Ali Ridha qs
  34. Asyaikh Muhammad Hasyim AlKhalidi qs
  35. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Al Khalidi qs

Mungkin kita masih terlihat asing dengan istilah teknologi Al-Qur’an, bahkan mungkin baru kali ini kita mendengarnya. Padahal pelaksanaannya sudah dipraktikkan oleh para Rasul sejak zaman dahulu. Tetapi karena zaman itu bukan zaman ilmiah maka berbagai mukzijat dan segala sesuatunya dianggap fenomena. Namun, semua itu sebenarnya adalah berdasarkan undang-undang Metafisika yang sangat tinggi dan agung (surat Yusuf 105). Teknologi Al-Qura’n merupakan metode yang digunakan Prof. Kadirun Yahya dalam dakwah penyebaran agama Islam baik dalam maupun luar negeri yang merupakan ilmu yang sangat mulia dan sangat penting dalam Al-Qur’an.

Beliau turut serta dalam penyebaran Islam melalui ajaran tarekat yang dipimpinnya. Dalam penyebarannya, beliau memperkenalkan bahwa agama Islam itu adalah agama yang sangat ilmiah dan amaliah dengan pembuktian-pembuktian dari hasil riset yang telah beliau lakukan selama 40 tahun lebih lamanya. Beliau melakukan penyebaran Islam dan menyampaikan paham Islam di masyarakat dengan cara yang sangat berbeda dengan ulama lainnya yaitu dengan berdasarkan ilmu eksakta dan teknologi beserta dengan ilmu tasawuf Islam. Di dalam ilmu eksakta tidak akan ada perdebatan karena ia bukan ilmu sosial, masalah sekecil kecilnya hingga sebesar-besarnya dapat dimengerti dengan logis, dapat dilihat dan direalisir karena ilmu eksakta adalah riil, eksak, clear, jujur dan dapat dibuktikan secara teori, praktek akan kebenarannya.

Maka dari itu Kadirun Yahya ingin menyampaikan Islam yang diterjemahkan ke dalam bahasa ilmiah agar umat manusia diseluruh dunia dapat memahami dan mengerti bahwa Islam sejatinya adalah sangat ilmiah dan amaliah, maha dahsyat, maha tinggi dan dapat dibuktikan secara ilmu teknologi, fisika kimia dan metafisika, bukan sekedar doktrin dan teori belaka tanpa adanya pembuktian kebenaran ilmiahnya. Karena di zaman teknologi yang semakin mutakhir dan canggih ini, mestilah Islam juga harus dijelaskan setinggi-tingginya pula berdasarkan ilmu dan teknologi yang ada di zaman ini pula. Sehingga agama itu tidak hanya dalam taraf dibicarakan saja, tetapi benar-benar dilaksanakan dalam realitasnya.

Dengan penyampaian dakwahnya yang demikian, beliau memiliki banyak murid yang bahkan berasal dari keluar negeri. Beliau memperkenalkan sekaligus membuktikan kebenaran agama Islam serta teknologi-teknologi Maha Dahsyat yang terkandung di dalam Al-Qur’an dengan hasil riset beliau. Bahkan para ahli teknologi, serta cendikiawan intelektual dan para ilmuan hebat hanya bisa terdiam dan kagum pada hasil riset yang ditemukan beliau, karena takjubnya melihat kebenaran-kebenaran serta energy-energi Maha Dahsyat yang terkandung dalam Al-Qur’an yang tidak pernah ada satupun yang merisetnya. Sungguh luar biasa Anugerah yang diberikan Allah SWT kepada kita umat manusia. Tetapi kenapa tidak ada satupun umat Islam yang merisetnya padahal Allah telah memerintahkannya. ALLAHU AKBAR!

Energi Maha Dahsyat tersebutlah yang dapat menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Sungguh nyata kebenaran dari ucapan Rasulullah SAW yang artinya:

“Sungguh-sungguh Al-Qur’an itu sangat ilmiah, apalagi teknologinya dapat diterangkan dengan dasar-dasar Ilmu Eksakta! Dan oleh karenanya kita jelas dapat melihat bahwa Islam memang Maha Tinggi, tidak ada yang dapat melebihinya.”

Beliau selalu menyampaikan bahwa kita harus selidiki teknologi yang tersembunyi dalam Al-Qur’an. Mengupas teknologi di dalam Al-Qur’an secara Eksakta maka tidak akan timbul pedebatan karena yang akan dikupas adalah Ilmu Eksakta yang ada dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadist. Padahal Allah SWT telah mengatakan bahwa di dalam Kalimatullah Hiyyal Ulya, di dalam Al-Qur’an terdapat energi yang Maha Dahsyat, namun kenapa selama ini tidak ada yang menggalinya secara Ilmiah eksakta? Maka dari itulah Kadirun Yahya meriset selama 40 tahun lebih lamanya untuk menggali teknologi serta energi dahsyat yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Mari kita lihat salah satu hal besar yang terdapat dalam Al-Qur’an dalam dialog Soekarno dengan Prof. Kadirun Yahya mengenai pertanyaan spritual Soekarno yang telah 10 tahun lamanya tak kunjung mendapat jawaban yang memuaskan walaupun ia telah menanyakan pertanyaan ini ke banyak ulama terkenal hingga ahli eksakta intelektual lainnya namun tak kunjung memuaskan.

Soekarno: “Manakah yang lebih tinggi Presiden, Jendral ataukah Professor dibandingkan dengan Surga?.” tanya Presiden.

Prof       : “Surga.” jawab prof. Kadirun Yahya.

Soekarno: “Of Course. Manakah yang lebih banyak dan lebih lama pengorbananya pangkat-pangkat di dunia dibandingkan dengan pangkat-pangkat di Surga?”

Prof       : “Untuk pangkat -pangkat di dunia perlu berpuluh-puluh tahun berabdi pada dunia atau negara, nusa dan bangsa atau pada ilmu pengetahuan. Sedangkan untuk mendapatkan Surga harus bekorban untuk Allah segala-galanya berpuluh-puluh tahun bahkan terus menerus. Bahkan menurut agama Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi baru barangkali dapat masuk Nirwana.”

Soekarno : “Of Course. Sekarang baru dapat kutangkap engkau Professor. Saya telah banyak melihat teman-teman saya meninggal dunia yang hampir semua matinya jelek. Saya menyelidiki Al-Qur’an dan Hadist untuk mencari cara bagaimana caranya menghapus dosa saya dengan mudah dan bisa mati tersenyum. Saya menemui hadist yang bagi saya berharga. Rasulullah SAW berkata: ‘Seorang wanita penuh dosa berjalan di padang pasir bertemu dengan seekor anjing  yang kehausan. Wanita tersebut mengambil gayung dan memberi minum anjing yang kehausan itu. Rasulullah SAW lewat dan berkata: Hai, para sahabatku lihatlah dengan memberi minum anjing itu terhapus dosa wanita itu dunia dan akhirat. Ia ahli Surga’. Sebelumnya engkau mengatakan untuk menjadi ahli Sorga perlu berkorban segala-galanya berpuluh puluh tahun untuk Allah, itupun barangkali. Sementara wanita yang berdosa dan dengan sedikit saja jasa itupun pada seekor anjing, dihapuskan dosanya dan ia ahli Surga. How do you explain it, Prof?”

Professor hening sejenak dan berdiri lalu meminta selembar kertas.

Prof     : “Mudah-mudahan dengan 2 menit saja atas bantuan Allah SWT saya bisa memberikan jawaban yang memuaskan presiden atas pertanyaan yang telah 10 tahun tak ada jawaban yang memuaskan.”

Diketahui bersama bahwa keduanya, baik Presiden maupun Professor adalah seorang eksakta ahli fisika/ kimia dan metafisika, sedangkan Presiden Soekarno adalah seorang Insinyur. Dengan sangat bijak dan cerdas Professor menjawab pertanyaan Pressiden dalam selembar kertas dengan bantuan Allah SWT.

10/10 = 1; “Ya” kata Presiden.
10/100 = 1/10; “Ya” kata sang Presiden.
10/1000` = 1/100; “Ya” kata Presiden.
10/10.000 = 1/1000; “Ya” kata Presiden.
10/∞ (tak terhingga) = 0; “Ya” kata Presiden.
1000.000 … / ∞ = 0; “Ya” kata Presiden.
(Berapa saja + Apa saja) / ∞ = 0; “Ya” kata Presiden.
Dosa / ∞ = 0; “Ya” kata Presiden.
“Nah… ” lanjut Prof,
1 x ∞ = ∞; “Ya” kata Presiden
½ x ∞ = ∞; “Ya” kata Presiden.
1 zarah x ∞ = ∞; “Ya” kata Presiden.

“Ini berarti, sang wanita walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekalipun, apabila mengkaitkan, menggandengkan dan mengikutsertakan gerakannya dengan yang Maha Akbar maka hasil gerakannya itu akan menghasilkan ibadah yang begitu besar yang dapat menghapuskan dosa-dosanya hancur berkeping-keping ditorpedo oleh pahala yang maha besar itu.

1 zarah x  ∞ = ∞

Dosa /  ∞ = 0

Mendengar jawaban Professor Kadirun Yahya, Bung Karno terdiam sejenak dan berkata “Hebat” katanya kemudian. “Bagaimana berhubungan dengan Tuhan ?”, tanya Soekarno kembali.

“Dengan mendapatkan frekuensinya tanpa mendapatkan frekuensinya tidak akan mendapat kontak dengan Tuhan. Beliau mengibaratkannya dengan zender radio. Meskipun 1 mm jarak dari zender radio, tetapi kita tempatkan channel atau frekuensi radio yang tak sama maka radio kita tersebut tidak akan mengeluarkan nada atau suara dari zender radio yang sama. Begitu juga dengan Tuhan, meskipun Tuhan berada lebih dekat dengan kedua urat leher kita, tanpa mendapatkan frekuensi-Nya tak mungkin ada kontak dengan Tuhan jika frekuensi-Nya tidak sama/ tidak kita dapati.” Jawab Professor.

“Lalu bagaimana agar bisa mendapatkan kontak dengan Tuhan sedangkan kita hanyalah manusia kecil yang serba kekurangan ?”, Tanya Presiden.

“Melalui isi dada Rasulullah SAW.” Jawab Professor kemudian.

“Bagaimana cara menghubungkannya sementara Rasulullah telah meninggal dunia sekian lama prof?”.

“Dengan memperbanyak shalawat atas Nabi InsyaAllah akan mendapat frekuensi beliau otomatis juga frekuensi Allah SWT. ‘Tidak aku kabulkan doa seseorang tanpa shalawat atas Rasul-Ku. Doanya tergantung di atas awang-awang’ (HR. Abu Daud dan An-Nasay). Jika diterjemahkan secara akademis mungkin kurang lebih artinya ‘Tidak engkau mendapat frekuensi-Ku tanpa lebih dahulu mendapat frekuensi Rasul-Ku’.

Sontak Presiden berdiri, “You are wonderfull”, teriak Presiden. Kemudian Presiden merangkul tangan Professor sambil memohon akan didoakan oleh Professor agar bisa mati dengan tersenyum di belakang hari nanti.

Dialog tersebut merupakan salah satu dialog Sufi menjadi salah satu contoh pembuktian bahwa Islam adalah ilmiah yang dapat dijelaskan secara eksakta, begitu juga dengan isi daripada Al-Qur’an itu sendiri yang menyimpan teknologi Maha Dahsyat.

Berikut adalah salah satu contoh ayat dan Al-Hadist Al-Qur’an yang diuraikan Kadirun Yahya secara ilmiah yang setinggi-tingginya dengan metodologi, praktek lalu intensifkan sesuai dengan petunjuk yang diberi Allah dalam surat Al-Maidah, 35 yang kiranya sesuai dengan jawaban yang disampaikan Prof. Kadirun Yahya saat Soekarno bertanya cara untuk menghapus dosanya:

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah pada ALLAH (termasuk banyak berdzikir dan shalat), dan carilah cara (metode, channel, frekuensi) yang menghubungkanmu langsung dengan Allah dan berjihadlah (sungguh-sungguhlah berjuang secara intensiflah beramal pada jalan-Nya (pada metode itu) supaya kamu menang (beruntung).”

Untuk menggali teknologi Al-Qur’an harus ada metodenya. Metodologi dalam bahasa Quran  dikatakan Thariqat”. Thariqat itu yang menunjukkan harus mencari wasillah, channel, frekuensi seperti yang diperintahkan Allah dalam surat Al- maidah, 35.

Inilah dia rahasianya.

Prof. Kadirun Yahya atas ijin Allah SWT menyimpulkan dalam suatu rumus agung Aljabar dan Metafisika sebagai berikut:

Apa saja penyakit – penyakit, cancer AIDS, narkotika, kerawanan sosial, setan, iblis dari dalam dan luar diri, huru-hara galado, angin topan, api peperangan, bahaya atom, nuklir, Kiamat Dunia, Neraka dunia – Akhirat dan lain lain dan lain lain

~

~ =  energi tak terhingga = Kalimah ALLAH yang HAQ.

Kesimpulannya adalah segala macam huru-hara di muka bumi, penyakit, bahkan hal dahsyat lainnya seperti kiamat, neraka dunia, neraka akhirat sekalipun akan musnah oleh energi tak terhingga (~) yaitu Kalimah Allah yang HAQ (yang datang atau disalurkan daripada sisi Allah SWT melalui wasillah-Nya bukan kalimah Allah produksi manusia sendiri yang bunyinya memang sama namun tidak mengandung getaran-getaran Maha Ultra Sonoor yang Maha Dahsyat).

Di dalam Al-Qur’an disebut bahwa Rasulullah SAW adalah si pembawa rahmat semesta alam, karena di dalam arwahul muqaddasahnya terdapat frekuensi dan dimensi maha tinggi yang mampu membawanya langsung berkomunikasi dengan Allah SWT. Dalam arwahul muqaddasah Muhammad tertanam suatu rahmatallilalamiin. Ternyata barulah dipahami bahwa rahmatallilalamiin dalam arwahul muqaddasah Rasullah tersebut yang dapat mengalirkan rahmat Allah SWT. Selama ini sulit dimengerti maksud dari rahmatallilalamiin dalam arwahul muqaddasah Rasul itu sendiri jika hanya sekedar membaca saja tanpa adanya suatu pembuktian ilmiahnya bahkan persoalan mengenai wasilah selalu dikesampingkan karena tidak dimengerti sama sekali. Dan sekarang barulah dapat dimengerti dengan uraian secara ilmiah ilmu eksakta dengan tasawuf Islam.

Apabila kita simak ulang lagi hal ini tentu saja sangat berkaitan dengan pertanyaan Presiden Soekarno kepada Prof. Kadirun Yahya tadi mengenai seorang wanita penuh dosa bisa menjadi ahli Surga. Nah, sekarang sudah kita temukan jawaban dan kebenarannya serta bukti ilmiahnya!

Bahwasanya seorang insan di dunia ini tanpa wasillah ( ~ ) dari Allah SWT tak akan sampai pada Allah SWT walaupun milyar-milyar tahun lamanya. Sungguh jelas dan benar firman Allah SWT dalam Al Maidah 35 perintah Allah untuk menemuakan wasilah dari Allah SWT yang akan membawa kita pada kemenangan dunia akhirat. Maka temukanlah wasilah yang mengandung channel dan frekuensiNya serta memiliki kapasitas tak terhingga yang dapat membawa insan langsung ke hadirat Allah SWT agar menang dunia akhirat yang sebenarnya.