Oleh: Ali Ahmadi, S.Pd.

Al-Qur’an berbicara panjang lebar mengenai hal-ihwal sistem reproduksi manusia beserta tahapan- tahapannya. Penciptaan manusia pertama kali diawali dengan pertemuan antara air mani (sperma) dan ovum, seperti sudah dijelaskan dalam surat An-Najm ayat (45-46):

وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰ ٤٥ مِن نُّطۡفَةٍ إِذَا تُمۡنَىٰ ٤٦

Artinya: “Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang pasang laki-laki dan perempuan,Dari Air Mani apabila dipancarkan.” (Q.S. An Najm .45-46)

Selain ayat di atas, Allah SWT juga telah berfirman mengenai penciptaan manusia yang sangat sempurna daripada makhluk lainnya. Seperti yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Qiyamah ayat: 37-39

أَلَمۡ يَكُ نُطۡفَةٗ مِّن مَّنِيّٖ يُمۡنَىٰ ٣٧ ثُمَّ كَانَ عَلَقَةٗ فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ ٣٨ فَجَعَلَ مِنۡهُ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰٓ ٣٩

Artinya: “Bukanlah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim). Kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat (segumpal darah), lalu Allah menciptakan dan menyempurnakannya. La Dia (Allah) menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.” (Al-Qiyamah ayat: 37-39)

Kata Nuthfah dalam ayat tersebut menurut Mbah Quraisy Shihab adalah “Setetes yang dapat membasahi” hal ini sejalan dengan penemuan ilmiah yang menginformasikan bahwa pancaran mani yang menyembur dari alat kelamin laki-laki mengandung sekitar 200 juta benih manusia, sedangkan yang berhasil bertemu dengan ovum hanya satu atau beberapa saja.

Setetes Nuthfah juga bisa berarti bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Hal ini juga dibuktikan dengan penelitian ilmiah yang menyatakan adanya dua macam kandungan sperma (mani laki-laki) yaitu kromoson yang dilambangkan dengan huruf “Y” dan kromoson perempuan yang dilambangkan dengan huruf “X”. Adapun Ovum yang dimiliki perempuan hanya semacam yaitu yang dilambangkan dengan “X”. Apabila yang membuahi X adalah  kromoson X, maka yang dikandung adalah anak perempuan, sedangkang jika kromosonnya Y yang membuahi X, maka anak yang dikandung adalah laki-laki.

Dengan demikian yang menentukan jenis kelamin adalah Nuthfah yang dituangkan sang laki-laki. Wanita diibaratkan ladang yang hanya dapat menerima benih dari laki-laki.

Sungguh luar bisa qudroh dan irodah Allah SWT yang menjadikan manusia sangat sempurna dibanding mahluk Allah lainya. Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu mau bersyukur kepada Allah. aamiin

 

والله اعلم بالصواب…..

Selasa,22-09-2020.

FKPAI kec. Pati.

Santri pinggir kali

Pondok Al isti’ anah Plangitan Pati.