Oleh: Admin 2

Di dalam ajaran Islam terdapat 4 bulan yang diistimewakan, yaitu Dzulqoddah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab. Pemaparan tersebut diperkuat dengan adanya sebuah hadist yang berbunyi:

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat di antara bulan Jumada Akhirah dan Sya’ban.”[1]

Bulan Muharram telah ditetapkan oleh Khalifah Umar ibn Khaththab sebagai permulan tahun baru hijriyah. Sebuah peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Muharram, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam beserta para sahabatnya dari Mekkah ke Madinah, menjadi rujukan yang kuat dipilihnya bulan Muharram sebagai permulaan tahun baru Islam.

Kata Muharram secara bahasa diambil dari lafadz “Harrama-Yuharrimu-Tahrriman-Muharrimun-wa-Muharramun” yang memiliki arti “Diharamkan”. Bulan ini sangat dihormati atau dimulyakan sehingga diharamkan dari sesuatu perkara yang tidak baik. Sebelum ajaran Islam datang, bulan ini sudah dikenal sebagai bulan suci oleh masyarakat di zaman Jahiliyah[2].

Bertepatan dengan hari ini yaitu tanggal 29 Agustus 2020. Umat muslim memasuki tanggal 10 Muharram, yang disunahkan untuk menunaikan ibadah puasa Asyura. Berbicara tentang tanggal 10 Muharram, selain disunahkan untuk berpuasa, juga ada beberapa kisah sejarah yang terjadi di tanggal tersebut. Entah itu terjadi sebelum atau semasa hidupnya Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam atau setelah wafatnya. Semuanya memiliki pelajaran berharga yang harus diambil hikmahnya. Berikut beberapa peristiwa yang terjadi sebelum ajaran Islam datang atau sebelum beliau Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam dilahirkan:

  1. Nabi Adam ‘alaihissalam bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan diterima taubatnya.
  2. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh ‘alaihissalam ke bukit Zuhdi dengan selamat ketika dunia dilanda musibah banjir yang sangat dahsyat
  3. Selamatnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari siksaan Raja Namrud, berupa api yang membakarnya
  4. Dibebaskannya Nabi Yusuf ‘alaihissalam dari penjara Mesir karena difitnah
  5. Selamatnya Nabi Yunus ‘alaihissalam yang keluar dari perut ikan hiu
  6. Disembuhkannya Nabi Ayyub ‘alaihissalam dari penyakit yang sangat menjijikan
  7. Selamatnya Nabi Musa ‘alaihissalam beserta Bani Israil dari kejaran Fir’aun di Laut Merah[3]

Selain kisah sejarah di atas yang terjadi sebelum datangnya ajaran Islam. Di masa hidupnya beliau Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam juga terdapat kisah tentang tanggal 10 Muharram. Dahulu setelah Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam hijrah ke Madinah, ditemuinya para kaum Yahudi berpuasa Asyura (10 Muharram). Beliau pun bertanya tentang alasan apa yang menjadikannya berpuasa di hari tersebut, mereka menjawab: “Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya dari kejaran Fir’aun beserta bala tentaranya pada hari itu (10 Muharram), lalu Musa berpuasa di hari tersebut sebagai bentuk rasa syukurnya atas pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala”. Mendengar penjelasan tersebut kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam bersabda “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada mereka”. Lalu  beliau berpuasa pada hari itu (10 Muharram) dan memerintahkan para sahabatnya untuk ikut berpuasa juga. (HR. Bukhari; No. 1865 & HR. Muslim; No. 1910)[4].

Berdasarkan redaksi hadist di atas yang memerintahkan para sahabat untuk ikut berpuasa di tanggal 10 Muharram. Menunjukan bahwa hukum puasa tersebut adalah wajib. Tetapi setelah turunnya ayat Al-Qur’an yang memerintahkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, maka hukum puasa Asyura menjadi sunah. Seperti yang sudah dijelaskan dalam sebuah hadist, yang artinya “Barangsiapa yang mengehendaki berpuasa Asyura puasalah dan bagi yang tidak suka boleh meninggalkannya”. (HR. Bukhari; No. 1489, HR. Muslim; No. 1987)[5].

Selain puasa Asyura. Di bulan Muharram juga ada puasa Tasu’a, yaitu puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram. Ibnu Abbas meriwayatkan yang artinya “Pada waktu Rasulullah  shallallahu ’alaihi wassalam dan para sahabat mengerjakan puasa Asyura. Para sahabat memberi informasi kepada beliau, bahwa hari Asyura diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Maka Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam bersabda “Tahun depan insyaAllah kami akan berpuasa juga di hari ke sembilan”. Menurut Ibnu Abbas, sebelum menemui tahun Muharram berikutnya, Rasulullah shallallahu ’alaihi wassalam sudah wafat. (HR. Muslim; No. 1916 & Abu Daud, No. 2089)[6].

Setelah beliau Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wassalam wafat terdapat juga peristiwa bersejarah yang terjadi di tanggal 10 Muharram, yaitu gugurnya Husein ibn Ali (cucu Rasulullah shallallahu ’alaihi wassalam). Peristiwa ini terjadi di Karbala pada tanggal 10 Muharram tahun 61 H. Waktu itu kepemimpinan khalifah dipegang oleh Yazid ibn Muawiyah. Pengepungan terhadap pasukan Husein di Karbala atas perintah Ubaidullah ibn Ziyad. Maksud pengepungan ini untuk memaksa Husein mengakui kekuasaan Khalifah Yazid ibn Mu’awiyah. Di dalam kitab al-Bidayah wan Nihayah karangan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pasukan Ubaidulllah ibn Ziyad memukul kepala Husein menggunakan pedang sampai berdarah. Ada juga yang melesatkan anak panahnya mengenai leher Husein. Namun Husein masih hidup sambil memegangi lehernya pergi ke sungai karena kehausan. Shamir ibn Dzil memerintahkan pasukannya untuk menyerang Husein dari berbagai arah sehingga mengakibatkannya tidak bisa minum. Lalu dibunuhlah Husein dengan tombak oleh Sinan ibn Anas ibn Amar Nakhi, kemudian menggoroknya den menyerahkan kepala Husein kepada Khawali,ibn Yazid[7].

 

 

 

 

Daftar Referensi

[1] “Ini Beberapa Peristiwa Penting Di Bulan Dzulhijjah,” Islami[dot]co, August 18, 2018, https://islami.co/ini-beberapa-peristiwa-penting-di-bulan-dzulhijjah/.

[2] Ida Fitri Shohibah, Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah (PT Balai Pustaka (Persero), 2012).

[3] “Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram,” September 26, 2017, https://nu.or.id/post/read/81580/beberapa-peristiwa-penting-para-nabi-pada-10-muharram.

[4] “Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram.”

[5] “Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram.”

[6] “Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram.”

[7] Prof Dr Nadirsyah Hosen, “Kisah Tragis Kematian Husein bin Ali bin Abi Thalib – Bincang Syariah,” BincangSyariah | Portal Islam Rahmatan lil Alamin (blog), September 10, 2019, https://bincangsyariah.com/khazanah/kisah-tragis-kematian-husein-bin-ali-bin-abi-thalib/.