Oleh : KH. Maimoen Zubair

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan taufik kepada kita, berupa iman dan Islam. Barang siapa yang berpegang teguh dengan agama Islam, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Dar al-Salam (surga). Kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang besar ini, serta berharap kepada-Nya supaya diberi pertolongan untuk dapat berpegang teguh dalam mengikuti jejak para ulama agung, salafus shalihin yang merupakan orang baik dan mengerjakan kebaikan serta memperoleh peninggalan Rasulullah SAW. Semoga anugerah tersebut selalu menyertai kita semua sehingga kita berpisah dengan dunia yang fana ini dengan kondisi husnul khatimah.

Salawat dan salam semoga tercurah ke haribaan pemimpin para utusan dan imamnya orang-orang yang bertakwa, yang mempunyai cahaya agung. Cahaya tersebut menyinari kehidupan, terlebih para sahabat yang bersinar (sebab memandang wajahnya Nabi Muhammad SAW). Cahaya itu meluber kepada generasi setelahnya yang mengikutinya, dari kalangan orang-orang agung, yang mempunyai ilmu agama, golongan yang terpilih dalam mengikuti jejak salafus shalih sebagaimana keterangan yang sudah dijelaskan dalam ajaran Islam.

Semoga salawat dan salam meluber kepada keluarga Nabi Muhammad SAW yang suci-suci, bagus-bagus. Keturunan Nabi Muhammad SAW (‘itrah/ keturunan yang alim) di zaman sekarang diumpamakan seperti perahunya Nabi Nuh AS di kala ada banjir bandang. Barang siapa yang mengikutinya, maka akan selamat (dalam mengarungi samudra kehidupan) dan barang siapa yang tidak mau mengikutinya, maka dia akan tenggelam.

Juga, semoga salawat serta salam meluber kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW. Mereka adalah kaum yang dipilih Allah SWT untuk menemani Nabi Muhammad SAW dan menolong agamanya sehingga Islam dan penganutnya menjadi semakin kuat tersebar di berbagai penjuru. Semoga salawat dan salam tersebut tercurahkan kepada mereka semuanya hingga akhir zaman.

Saya meriwatkan kitab Dalâilu al-Khairât dari Syaikh Yasin ibn Isa al-Fadani yang meriwayatkan dari Syaikh Umar Hamdan al-Mahrusi yang meriwayatkan dari Syaikh Mahfudz al-Termasi yang meriwayatkan dari Sayyid Muhammad Amin ibn Ahmad Ridwan al-Madani yang meriwayatkan dari Sayyid Ali ibn Yusuf al-Madani yang meriwayatkan dari Sayyid Muhammad ibn Ahmad al-Madghari yang meriwayatkan dari Sayyid Muhammad ibn Ahmad ibn Ahmad al-Mastni yang meriwayatkan dari Syaikh Ahmad ibn al-Haj yang ibn Abdul Qadir al-Fasi (1091 H) yang meriwayatkan dari Syaikh Ahmad al-Maqqari (1041) yang meriwayatkan dari Syaikh Ahmad ibn Abi Abbas al-Sham’i yang meriwayatkan dari Syaikh Ahmad ibn Musa al-Samlali yang meriwayatkan dari al-Quthub Abdullah al-Ghazali al-Marakisyi yang meriwayatkan dari Syaikh Abdul Aziz al-Tubba’ (914 H) yang meriwayatkan dari al-Imam Muhammad ibn Sulaiman al-Jazuli (w. 870 H).

Saya juga meriwayatkan kitab Dalâilu al-Khairât dari Sayyid Muhammad ibn Alawi al-Maliki yang meriwayatkan dari Sayyid Alawi al-Maliki yang meriwayatkan dari Sayyid Idrus ibn Alim al-Bar yang meriwayatkan dari Sayyid Salim al-Bar dan Sayyid Husein ibn Muhammad al-Habsyi yang mana keduanya meriwayatkan dari Sayyid Muhammad al-Habsyi yang meriwayatkan dari saudara kandungnya, yaitu Sayyid Abdullah dan Sayyid Thahir, keduanya adalah putra Sayyid Husein ibn Thahir. Keduanya meriwayatkan dari al-Habib al-Imam Abdurrahman ibn Allâmah Maula al-Bathiha’ yang meriwayatkan dari Habib Abdurrahman ibn Abdullah Balfaqih yang meriwayatkan dari dua gurunya, yaitu Syaikh Ahmad ibn Muhammad al-Nakhli dan Syaikh Abdullah ibn Salim al-Bashri yang meriwayatkan dari Sayyid Wajihuddin, Abdurrahman ibn Sayyid Ahmad ibn Sayyid Muhammad ibn Sayyid Ahmad al-Husaini al-Maghribi al-Maknasi al-Maliki, yang dikenal dengan julukan al-Mahbub (orang yang dicintai) yang meriwayatkan dari ayahnya, Sayyid Ahmad yang meriwayatkan dari kakeknya, Sayyid Muhammad yang meriwayatkan dari ayah kakeknya, Sayyid Ahmad yang meriwayatkan dari pengarangnya, al-Imam Muhammad ibn Sulaiman al-Jazuli (w. 870 H).

Ini adalah apa yang saya wasiatkan kepada diriku sendiri dan mereka (para santri) supaya bertakwa kepada Allah dan istiqamah dalam menjalankan amal kebaikan, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Dan saya berharapan kepada mereka supaya tidak melupakanku dalam dakwah yang bagus supaya memperoleh keberkahannya, dapat husnul khatimah, dan masuk ke dalam surga, tempat yang agung yang penuh dengan kenikmatan. Semoga Allah mencurahkan salawat dan salam kepada junjungan nabi besar Muhammad Saw beserta keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Sarang, 6 Rabiul Awal 1440 H

Penerjemah :
Amirul Ulum, Santri Mbah Moen