Oleh: Muhammad Husni Ginting

Khadim Hadist dan Isnad Asia Tenggara

Sejak abad ke 13 Hijriyah pelajar Indonesia semakin banyak menuntut ilmu di Kota Makkah. Setelah menuntut ilmu, ada sebagian yang pulang dan kembali ke Indonesia membuka pengajian-pengajian dan pondok-pondok di Nusantara. Sebagian lagi ada yang tetap tinggal di Makkah dan membuka pengajian di Masjidil Haram atau rumah mereka masing-masing, sehingga terkenallah di antara mereka seperti Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Syaikh Mukhtar `Athârid al-Bughuri, Syaikh Abdul Qadir bin Shâbir al-Mandili, dan lain-lain.

Di antara ulama keturunan Indonesia yang terkenal di Makkah bahkan terkenal di dunia Islam adalah Syaikh Muhammad Yasin ibn Muhammad Isa al-Fâdani. Beliau adalah ulama ternama yang memiliki murid di berbagai belahan dunia, bahkan Muhaddist Sayyid Abdullah ibn Muhammad Siddiq Al-Ghumari ketika berkunjung ke Makkah pada tahun 1401 H memberikan gelar “Musnid Dunia” kepada Syaikh Yasin al-Fâdani. Hal ini bukan tidak beralasan, karena Syaikh Yasin al-Fâdani memiliki beberapa keistimewaan :

  1. Memiliki sanad yang tinggi yang tidak dimiliki orang lain.
  2. Memiliki jumlah guru yang banyak, menurut Syaikh al-Mar`asyli, jumlah guru Syaikh Yasin sebanyak 700 orang, dan Syaikh Mahmud Sa`id Mamduh hanya menyebutkan 323, beserta biografi mereka di dalam bukunya “Tasynîf al-Asma`”.
  3. Memiliki banyak hasil karangan dalam ilmu sanad, baik tsabat, mu`jam, fahris, dan lain-lain.
  4. banyak murid Syaikh Yasin al-Fâdani yang meriwayatkan sanad darinya. Mereka bertebaran di berbagai negara, baik di Saudi Arabia, Mesir, Suria, Maroko, Yaman, Indonesia, Malaysia, dan lain-lain.
  5. Bacaan kitab Hadist yang banyak kepada guru-guru Syaikh Yasin al-Fâdani.
  6. Banyak meriwayatkan Hadist Musalsal dengan syaratnya yang ada, baik secara qauliyah maupun fi`liyah.

Ustaz Amirul Ulum telah berusaha untuk memperkenalkan Syaikh Yasin al-Fâdani melalui karyanya terhadap orang-orang yang belum mengenalnya. Ini merupakan usaha yang sangat baik sekali, mengingat masih ada orang yang belum mengenal sosok Syaikh Yasin al-Fâdani. Setelah saya membaca buku ini, saya sangat berterima kasih kepada penulis yang memiliki perhatian yang sangat besar kepada Syaikh Yasin al-Fâdani dengan hasil karyanya ini.

Sebelumnya, telah banyak di kalangan ulama yang telah menceritakan biografi Syaikh Yasin lewat tulisan mereka, baik dengan bahasa Arab maupun bahasa Indonesia, di antara ulama yang telah menyebutkan biografi Syaikh Yasin al-Fâdani adalah :

  1. Syaikh Zakaria ibn Abdullah Bila al-Makki (berasal dari Bilah, Sumatera Utara) di dalam karyanya “Jawâhir al-Hisân fi Tarâjim Al-Fudhalâ` wa al-A`yân Min Asâtizah wa Khallân” jilid : 1 halaman : 187.
  2. Dr. Nizar Abazhah dan Syaikh Muhammad Riyadh al-Malih di dalam karya mereka  “Itmâm  Al-A`lâm” halaman : 275.
  3. Muhammad Khair Ramadhan Yusuf di dalam bukunya “Tatimah  al-A`lâm” halaman: 238, cetakan Dar Ibn Hazm.
  4. Muhaddist Dr. Mahmud Sa`id Mamduh, di dalam bukunya “Tasynîf al-Asmâ` bi Syuyûkh al-Ijâzah wa al-Samâ`”  jilid : 1 halaman 90.
  5. DR. Yusuf Abdurrahman al-Mar`asyli di dalam bukunya “Mu`jâm al-Ma`âjim wa al-Masyîkhat ” jilid : 3 halaman 18 .
  6. Dr.Abdul Wahab Ibrahim Abu Sulaiman yang dimuat oleh Dr.Yusuf al-Ma`âsyli di dalam buku “Ar-Raudh al-Fa-ih wa Bughyah al- Ghâdi wa ar- Ra-ih bi Ijâzati Fadhîlah al-Ustadz Muhammad Riyadh al-Malih” halaman : 33.

Di antara tulisan biografi Syaikh Yasin al-Fâdani dengan bahasa Indonesia adalah :

  1. Syaikh Haji Abrar Dahlan Ad-Dari. Beliau telah menulis biografi singkat Syaikh Muhammad Yasin Al-Fâdani dengan judul “Riwayat Singkat Ulama Besar Syaikh Muhammad Yasin al-Fâdani dan Sejarah Madrasah Darul Ulum Makkah al-Mukarramah”. Buku ini setebal 125 halaman.
  2. Muhammad Khafidz Soroni. Beliau telah menulis biografi singkat Syaikh Muhammad Yasin al-Fâdani dengan judul : Syeikh Muhammad Yasin al-Fâdani, “Ketokohan dan sumbangannya dalam disiplin Hadith”.

Semoga buku ini bermanfaat untuk umat Islam dan menjadi pendorong dan penyemangat kita untuk menuntut ilmu Hadist dan ilmu lainnya.

Wa Shallallâhu `alâ Sayyidina Muhammad wa `alâ Âlihi wa Sallam.

                                                                                           Besitang, 03 Maret 2017