Ilmu al-Qur’an adalah ilmu paling utama dengan manfaat tiada tara. Membaca al-Qur’an adalah ibadah yang paling utama bagi umat Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam . Oleh karena itu, saya diperintah oleh guru saya untuk membuat terjemah berbahasa Jawa mengenai ilmu tajwid al-Qur’an al-Adzim. Saya hanya bisa menuruti, tidak kuasa membantah perintah tersebut.

 

Telah banyak kitab ilmu tajwid, namun semuanya berbahasa Arab. Sehingga masyarakat Jawa yang tak mampu berbahasa Arab tidak dapat memahami ilmu ini. Bahkan belum mengetahui bahwa mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu ain. Dikarenakan ilmu tajwid tidak akan sempurna tanpa pengetahuan tentang asal usul dan ajaran al-Qur’an, pun tidak dapat mengetahui pahala al-Qur’an yang mensyaratkan pengetahuan mengenai sosok yang menerima dan kepadanya al-Qur’an diturunkan. Tidak dapat memahami hal yang demikian secara komprehensif kecuali dengan mengerti asal nubuwwah dan risalah. Oleh karena itu, saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai nubuwwah dan risalah, serta mengenai pahala dalam membaca al-Qur’an sehingga sempurnalah ilmu tajwid al-Qur’an. Ini menjadi tambahan dari dari apa yang diinginkan oleh guru saya. Tambahan lainnya adalah penjelasan wajibnya mengajarkan al-Qur’an dan mempelajarinya, juga mengenai keutamaan membaca al-Qur’an. Mengenai ilmu tajwid al-Qur’an dan makharij al-huruf saya mengutip dari kitab para ulama ahli al-Qur’an dan tafsir seperti kitab Itqan karya al-Suyuti, Khazînat al-Asrâr al-Kubra karya al-Nazili, Syarah al-Jazâriyyah karya al-Allamah al-Syaikh Ali al-Qari, Manâr al-Huda fi Ilm al-Wuqûf wa al-Ibtida karya al-Allamah Muhammad Asymuni, kitab Fath al-Rahmân fi Tajwîd, dan kitab-kitab lain karya ulama mutaâkhirin.

 

Adapun jika anda sekalian saudaraku melihat keluputan dalam kitab saya ini, tidak sesuai dengan apa yang didawuhkan para ulama, maka ini dari kesalahan saya pribadi. Karena manusia tempatnya kesalahan dan kealpaan, maka jika demikian ta’wilkanlah, benarkanlah, serta tutupilah cela tersebut. Saya meminta maaf akan hal tersebut karena setiap mu’min wajib menutupi cela saudara mu’minnya. Jika kalian melihat kebenaran dalam kitab saya ini maka itu adalah dari kalam para ulama otoritatif yang saya terjemahkan. Saya tidak menambah-nambahi karena saya bukan ahli dalam mengarang. Hanya menirukan orang-orang yang telah ahli, mendekati para ulama, agar bisa berkumpul di hari akhir. Semoga hal ini diterima dan memberi manfaat bagi saudara muslim saya sekalian. Saya menamakan kitab ini al-Mursyid al-Wajiz fi Ilm al-Qur’an al-Aziz. Saya berharap akan karunia Allah subhânahu wa ta’âlâ semoga kitab ini bermanfaat bagi umat Islam. Karena hasil dari suatu ilmu yang dapat mendekatkan kepada Allah dan menjadi sebab mendapatkan ridha-Nya tidak mesti dengan bahasa Arab.

وَما أَرْسَلْنا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسانِ قَوْمِهِ

 “Aku tidak mengutus sebagian dari Rasul kecuali dengan lisan kaumnya.” (QS. Ibrahim : 4)

 

Dikarenakan gusti Rasulullah diutus di tengah bangsa Quraisy maka al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab agar kaumnya dapat memahami. Allah juga berfirman :

لِتُبيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ

“Agar engkau Muhammad menjelaskan kepada manusia apa yang diturunka kepada mereka.” (QS. al-Nahl : 44)

 

Telah maklum bahwa manusia seluruh alam tidak semuanya berbahasa Arab. Jikalau untuk memahami Islam wajib mengerti bahasa Arab terlebih dahulu pastilah kebanyakan manusia tidak dapat sempurna Islamnya. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Imam al-Suhrawardi dan Syaikh Abu Madyan al-Maghribi dalam Hikamnya

الحق يجري على ألسنة علماء كل زمان بما يليق بأهله

Bahwasanya hukum dan perintah-Nya berjalan di atas lisan para ulama pada setiap masa sebagaimana yang berlaku menurut masyarakat tersebut.”

 

Pahamilah dan renungkanlah pernyataan para auliya’ ini, sekali-kali jangan mengingkari. Pernyataan ini dapat diartikan bahwa lisan ulama zaman menzahirkan sesuatu yang tersimpan dalam hati masyarakat masa tersebut dari inteltual maupun awam. Hal ini sesuai dengan hadis.

علماء أمتي كنبي بني إسرائيل

“Ulama mujtahidin umatku seperti halnya Nabi Bani Israil dalam hal mengasuh kaumnya.”

 

Ulama adalah pewaris para Nabi. Jika setiap harta warisan akan kembali pada yang mewarisi maka setiap ulama mesti meneladani dan menyontohkan perilaku para Nabi yang pada initinya adalah bertakwa kepada Allah. Seperti firman Allah :

إِنَّما يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبادِهِ الْعُلَماءُ

“Dari sebagian hamba yang paling takut kepada Allah adalah ulama.” (QS. Fathir : 28)

SPESIFIKASI BUKU :

Judul               : Ulum al-Qur’an

Penulis            : KH. Sholeh Darat al-Samarani

Ukuran           : 13,5×20,5 cm

Tebal               :  236 hal

ISBN               : 978-602-5653-59-9

Harga             : 70.000 IDR

Penerbit : CV. Global Press

 

Untuk info pemesanan silahkan hubungi ke 0856-0118-9556 (via WA/SMS/ Phone). Terima kasih atas kerjasamanya.