“Menjadi wanita selain mumpuni juga harus luwes dalam segala aspek.”
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)
“Salah satu janji ilmu adalah menjadikan manusia sebagai pelayan bagi orang yang telah memperjuangkannya/ melayaninya.”
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)
“Mencari ilmu harus dibarengi tirakat (riyadhoh) dan harus bersedia menanggung kesulitan. Pasti di kemudian hari akan diberi kemudahan oleh Allah SWT.”
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)
“Tidak ada pemberian orang tua kepada putra-putrinya yang lebih berharga melebihi mengajarkan tata krama.”
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)
“Sabarlah dalam penantian, tekunlah dalam pekerjaan dan yakinlah dalam do’a.”
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)
“Ibu adalah sekolah pertama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.”
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)
“Kecantikan itu bukan dengan pakaian yang menghiasi kita, sesungguhnya kecantikan itu dengan ilmu dan adab.”
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)
“Urip intine 2: Ojo gumunan lan ojo getunan. 1. Ojo gumun, ojo sampek dewe gumun karo barang-barang nang dunyo iki, krono kabeh iku mung ngapusi (متاع الغرور). Urip wis ning dunyo kok jek goleki dunyo. 2. Ojo getunan, maksude nek arep melangkah iku kudu bener-bener dipikir, bener-bener diridhoni Pangeran opo gak, ben nek wes dilakoni ora marai getun.”
“Hidup itu intinya ada 2 yaitu: jangan mudah heran, dan jangan gampang menyesal. 1. Jangan mudah heran, jangan sampai kita heran dengan barang-barang yang ada di dunia ini, sebab semua itu hanya fatamorgana (bohongan). Hidup di dunia kok masih mencari dunia. 2. Jangan gampang menyesal, maksudnya jika ingin melangkah harus benar-benar dipikir, benar-benar dipertimbangkan mendapat ridho Allah atau tidak, biar kalau sudah dikerjakan tidak menyebabkan penyesalan.
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)
“Nek pingin dadi wong sing rodok awas (peka) sedino maksimal turune 3 jam. Sampean sedino turune 8 jam, setaun podo karo turu 4 wulan.”
“Kalau ingin menjadi orang yang tajam penglihatannya, sehari semalam maksimal tidurnya 3 jam. Kamu sehari semalam tidurnya 8 jam, setahun artinya sama dengan tidur 4 bulan.”
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)
“Kecantikan itu bukan dengan pakaian yang menghiasi kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.”
Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
(PP. Al Badrul Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur)








