“Jadilah perempuan yang tegak berdiri di atas kaki sendiri. Jadilah perempuan yang bertahan di situasi sulit dengan terus berdaya, berkarya, dan berjaya.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Sesungguhnya di telapak wanitalah esensi surga berada. kekuatan wanita ada pada ketenangannya. Keagungan wanita terletak pada do’a-do’anya.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Kalau kau ‘dicintai’ seseorang dan hatimu luka, kau hanya akan dapat air mata. Tapi kalau kau ‘mencintai’ seseorang dan hatimu luka, kau akan mampu berkarya. Luka orang yang mencintai dan dicintai tidak pernah sama. Hasilnya juga.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
Cita-cita tertinggi orang Jawa adalah hidup tentrem. Cita-cita tertinggi santri adalah hidup berkah.
Ketentraman dan keberkahan bukan tentang kekayaan dan angka-angka. Tapi tentang hati yang penuh syukur dan usaha untuk selalu sumringah bahagia, bagaimanapun situasinya.
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Bagaimana menghadapi orang yang tidak menyukai kita?
Mboten (tidak) usah dihadapi, itu bukan urusan kita. Itu urusan dia dengan hatinya sendiri.
Dengan menunjukkan kebenciannya, dia ingin hati kita menjadi kecil. Tapi kalau kita mengabaikan kebenciannya, dan terus berkarya sebisa bisanya, justru hatinya yang mengecil dan hati kita akan tetap besar.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Mau sukses jangan seperti bebek mlaku (jalan) bareng yang kalau temennya ke arah kiri ikut kiri, yang kearah kanan ikut kanan.
Mau sukses berani seperti elang yang terbang sendiri menggapai apa yang di mau.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Legowo itu maknanya mengaku kalah dan mempersembahkan kemenangan kepada orang lain. Kalau kita sudah ihlas tapi masih khawatir dia bersamanya bakal bahagia tau tidak, itu namanya belum legowo. Legowo itu hati kita tidak ngaboti lagi.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Segala kemudahan dan ketentraman, pasti karena doa dan tirakat orang tua kita. Usaha kita tidaklah ada apa apanya.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Tidak ada orang kaya yang melebihi kekayaan orang yang menerima dan bermurah hati.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Kalau ada orang yang sedih jangan melarangnya menangis, menangis itu bukan berarti tak berdaya. Menangis justru mempercepat sembuhnya luka.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Membenci seseorang itu serupa membawa kerikil, Nak. Semakin banyak yang kau benci, semakin banyak kerikil dihatimu. Membuat hatimu berat. Membuat langkahmu berat. Membuat prosesmu ruwet. Kebencian membuatmu kesulitan menemukan tujuanmu. Milikilah hati yang luas, Nak.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
“Secara fisik, laki-laki melindungi perempuan. Tapi secara spiritual, perempuanlah yang sesungguhnya melindungi laki-laki. Itu sebabnya laki-laki harus menemukan perempuan yang pandai berdoa.
Perempuan yang wanita, wani tapa; berani bertapa.Perempuan yang menghadapi badai apapun tetap tenang, tapi senantiasa terhubung dengan Yang Maha Kuasa. Itulah esensi wanita; wani tapa. Sejatinya, di telapak tangan perempuanlah seluruh keberuntunganmu berada. Telapak tangan perempuan yang sedang bertapa.”
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)
Saat ia memilih pergi, tapi kamu bertumbuh menjadi dirimu yang baru, kamulah yang menang.
Ketika dia melepasmu, dan kamu tak kehilangan dirimu, kamulah yang menang.
Tetaplah utuh, jangan pernah runtuh, lekaslah sembuh.
Ning Khilma Anis
(PP. An Nur Kesilir Jember)








