“Jangan buang-buang umur. Kalau hari-hari berganti, minggu-minggu bergulir, masa muda berlalu tanpa memperoleh ilmu (istifadul ilmi), atau menghasilkan karya (kasbul yad) terus apa guna usia begitu.”
KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir
“Menikah, kalau mempeng nderesnya ya nanti dapat. Kalau istiqomah nderes, besok ya dapat istri yang cantik. Intinya harus menyibukkan waktumu dengan Al-Qur’an, mesti tidak sempat meminta ya bakal dikasih, InsyaAllah.”
KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir
“Sepintar-pintarnya seseorang. Jika ingin menghafal Al-Qur’an tapi tidak mau nderes, ya tidak bakal bisa tercapai. Tidak ada ilmu laduni dalam dunia tahfidhul Qur’an. Jika ingin lancar Qur’annya harus siap ‘rekoso’ dan harus tekun.”
KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir
“Tidak ada libur nderes. Liburnya ketika Tuhan memanggil kita.”
KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir
“Pokoknya luruskan niat, jangan sampai kita membaca Al-Qur’an, bukannya mendapat pahala dan syafa’at, melainkan justru dilaknat oleh Allah.”
KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir
“Ngaji itu kewajiban paling atas setelah sholat fardlu, jangan sampai dikalahkan yang lain.”
KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir
“Harus sadar. Kasihan orang tua, jangan sampai mengecewakan harapan orang tua. Dikasih kepercayaan tetapi tidak mengaji, itu namanya durhaka dan itu dosa besar.”
KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir
“Selagi masih di bulan Ramadhan perbanyak tadarus dan amaliyah lainnya. Yang pulang ke rumah, ya jangan lupa bantu-bantu orang tua.”
KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir
“Syawwal itu artinya meningkat, meningkat dalam hal kebaikan. Saling memaafkan, selalu muhasabah, jangan sampai malah berkurang amal kebaikannya.”
KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir








