“Hanya ujung peluru kafir yang dapat menghambar aku. Jangan risaukan aku. Aku tidak bersedia pisah dengan kau (Teuku Umar). Aku rela menderita demi melanjutkan perjuangan suci ini. Saya terima semua ini. Harapanku, teruskanlah perjuangan ini. Aku tetap setia mendampingimu (Teuku Umar).”
Cut Nyak Din









