“Bagian terburuk dari kondisi pandemi adalah: terpecah-belahnya ukhuwwah dan putusnya silaturahmi. Dipicu oleh apa? Perbedaan persepsi soal penanganan dan fakta-fakta seputar pandemi, fisik drop, kecemasan akut, guncangan finansial, juga rasa kehilangan akan sosok panutan.”
Ning Hj. Nisaul Kamilah
(PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang)
“Insecure (gak pede) itu boleh, asal jangan malah bikin down. Tapi harus jadi penyemangat kita untuk improvement (maju berkembang). Kalau kita tidak punya rasa insecure sama sekali, kita bakal stag karena cepet puas dengan apa yang kita capai hari ini. Ingat, bersyukur itu: memaksimalkan potensi yang diberikan Tuhan. Bukan rebahan doang sambil menunggu keajaiban.”
Ning Hj. Nisaul Kamilah
(PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang)
“Sebuah payung tidak bisa menghentikan hujan, tapi mampu melindungi kita dari derasnya hujan, sama seperti do’a. Ia tidak bisa menghindarkan kita dari ujian hidup, tapi mampu menguatkan kita menghadapi beratnya ujian.”
Ning Hj. Nisaul Kamilah
(PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang)
“Orang yang hebat itu, bukan orang yang tak pernah menangis, bersedih, terluka, kecewa, berbuat salah, atau gagal.
Melainkan orang yang berani bangkit mengatasi pedihnya dengan tekat yang lebih kuat, disertai usaha dan do’a yang lebih dahsyat.”
Ning Hj. Nisaul Kamilah
(PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang)
“Doa adalah barter paling ajaib yang pernah ada. Kamu menyerahkan kegelisahan dan ketundukanmu kepada Allah, lalu Allah menyerahkan Rahmat dan Ampunan-Nya kepadamu.”
Ning Hj. Nisaul Kamilah
(PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang)
Ning Hj. Nisaul Kamilah
(PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang)
“Dunia ini tak pernah ideal bagi siapapun. Yang kamu lihat bahagia, seringkali bukan karena dia punya segalanya atau tak pernah diuji sedemikian dahsyatnya. Tapi karna dia memilih berdiri tegak, melawan rasa takut, sedih, dan kecewa agar tidak membuat siapapun yang sudah melukainya semakin jumawa.”
Ning Hj. Nisaul Kamilah
(PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang)








