Oleh: Amirul Ulum
Ilmu kebal senjata itu ada. Tapi bukan untuk dipamerkan, apalagi digunakan cari uang dan ketenaran. Ulama Nusantara zaman dahulu dikenal sakti, sehingga Belanda kuwalahan menghadapinya, seperti halnya Kiai Abbas Buntet, Kiai Subki Parakan, Kiai Imam Khalil, Kiai Wahab Hasbullah, dan lain sebagainya.
Karena selalu kalah dalam melawan para kiai, akhirnya Belanda (penjajah) menggunakan siasat adu domba. Siasat yang sangat licik sekali, kiai diadu dengan kiai, umat Islam diadu dengan umat Islam. Endingnya kekuatan umat Islam semakin lemah, sehingga mudahlah bagi Belanda untuk mengalahkan para kiai, dan jatuhlah bangsa Indonesia dalam genggaman para penjajah.
Ilmu ini datangnya dari Allah, yang mereka baca adalah sebuah doa, wirid, dan endingnya pasrah kepada Allah. Mereka bisa kebal sebab Allah yang membuatnya kebal. Mereka tidak mempan senjata sebab Allah yang membuat tidak mempan.
Tapi sayangnya ada sebagian kalangan menganggap bahwa ilmu ini adalah ilmu sesat, ilmu kebal adalah datangnya dari setan. Sungguh tuduhan ini tidaklah beralasan, dan sangat keji sekali seandainya yang menuduh gebyah uyah.
Yogyakarta, 26 Agustus 2022









Qobiltu