Oleh: Amirul Ulum
Dikisahkan oleh Buya Hamka dalam bukunya, Tasawuf Modern, ada seorang gadis cantik bernama Asma binti Bahdal. Gadis ini berasal dari dusun nan jauh. Ia diboyong ke istana usai dinikahi Muawwiyah bin Abi Sofyan. Pendiri Daulah Bani Umayyah.
Asma tidak pernah merasakan bahagia hidup bersama Muawwiyah meskipun ia di kelilingi dengan gemerlapnya dunia, istana yang megah, makanan yang enak, dan fasilitas lain yang serba tercukupi.
Asma berkeyakinan bahwa kebahagiaan adalah ia bisa kembali ke gubuknya nan jauh meskipun reot.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kemegahan dunia tidak menjamin seseorang Bahagia… Bahagia adalah jika seseorang hatinya tenang,, dan sebaik-baiknya penenang adalah zikir kepada Allah.
Yogyakarta, 28 Agustus 2022








