Oleh: Ibu Nyai Hj. Hajar Maftuchin
Nduk, kalau ngaji ngaji Al-Qur’an itu yang sungguh-sungguh. Sebab, Qur’an kalau tidak ada syafa’at ya laknat. Pilihannya cuma dua itu. Qur’an itu hurufnya ada 4: ق, ر, ا, ن
ق : Sifatnya Qolqolah, artinya goncang. Setiap orang yang menempuh jalan untuk menjadi Ahlul Qur’an akan diuji Gusti Allah dengan cobaan-cobaan yang mengguncangkan hidupnya nduk.
ر : Sifatnya Takrir, artinya mengulang-ulang. Meskikupun cobaan mendera jalanmu, kelak akan mengguncang hidupmu, sekali-kali jangan pernah berhenti nduk, karena Qur’an itu harus selalu dibaca berulang-ulang meskipun sudah khatam. Deres! Kalau tidak, Sered!
ا : Sifatnya Syiddah, artinya kuat. Maksudnya, kamu harus benar-benar kuat menjaga Qur’anmu dengan membaca dan membacanya lagi dan lagi meskipun hidupmu digoncangkan oleh masalah yang tak sudah sudah. Siapa ngerumat kerawut, sapa ngeremeh keremet ndeuk.
ن : Sifatnya Idzlaq, artinya ringan. InsyaAllah nduk, kalau kamu kuat dan sabar atas segala cobaan yang mengguncangkan jiwa raga, sembari mengistiqomahkan ngajimu dengan cara terus-menerus nderes Qur’anmu, hidup matimu akan ringan nduk, seringan mulut saat mengucapkan “Nun”.








