/>
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!
Beli Buku

Ning Imaz Fatimatuz Zahra dan Tafsir Surah Al-Imran Ayat 14

Oleh: Ibnu Ali Maksum

Ning Imaz Fatimatus Zahra, atau yang lebih akrab disapa dengan Ning Imaz merupakan tokoh ulama muda perempuan yang memiliki keilmuan luas serta moderat. Ia merupakan putri KH. Kholiq Ridwan dari Pondok Pesantren Al Ihsan Lirboyo Kediri. Ning Imaz sangat menguasai kitab-kitab turost yang juga dilengkapi keluasan wawasan ilmu umumnya. Darinya banyak anak muda generasi sekarang, terlebih kaum muda perempuan mendapatkan pencerahan tentang ilmu keagamaan, serta mendapatkan motivasi untuk tetap menjadi perempuan yang berkualitas.

Ning Imaz sangat aktif berdakwah melalui media sosial pribadinya, maupun media-media besar lainnya yang tersebar di dunia maya. Ia membagikan atau menyebarkan ilmu ke khalayak umum, mengisi platform media sosial dengan konten positif penuh dengan keilmuan. Masyarakat tidak perlu ragu dengan apa yang diampaikan oleh Ning Imaz. Pasalnya ilmu disampaikan pun berdasarkan sanad yang sangat jelas.

Ada satu potongan video Ning Imaz yang diunggah di TikTok NU Online dengan judul Lelaki di Surga Dapat Bidadari, Wanita Dapat Apa ? mendapatkan komentar kasar dari pegiat sosial, Eko Kuntadhi. Ia berkomentar sangat pedas dengan mengatakan “Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan.” Selain Eko Kuntadhi, ada juga akun yang atas nama JAGALKADRUN1312 mengatakan, “Semoga anak-anak bangsa ini kagak punya ibu yang kayak gi ya. Ini udah gangguan jiwa stress tingkat dewa.”

Dalam potongan video tersebut Ning Imaz menjelaskan tentang tafsir surah Al-Imran ayat 14. Adapun ayat Al-Qur’annya yaitu sebagai berikut.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

“Dijadikan terasa indah dalam (pandangan) manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang terpumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Q.S Al-Imran ayat 14)

Beli Buku

Ning Imaz mengatakan “Bahwa sebetulnya orientasi kenikmatan tertinggi bagi seorang laki-laki adalah perempuan, maka hadiahnya nanti di surga adalah bidadari.”

Dalam ayat Al-Qur’an di atas menggunakan kata Asy-Syahwaat (apa-apa yang diinginkan) yaitu suatu yang disenanggi manusia, nampak indah di mata dan di hati mereka sehingga timbul yang namanya cinta. Kecintaain sepeti ini menjadi karakter atau tabiat alamiah manusia. Ditinjau dari segi balaghahnya kata Asy-Syahwaat mengandung makna mubaalaghah (penekanan bahwa hal-hal tersebut mamang sangat diinginkan dan disenangi). Ayat ini dimulai dari redaksi wanita terlebih dahulu yang menjadi tabiat disukai oleh setiap manusia.

Sesungguhnya laki-laki mencintai wanita dan sangat tertarik padanya. Wanita adalah obyek pandangan dan perhatian laki-laki, serta kepadanya lah jiwa laki-laki bisa merasa tenang dan tentram. Allah SWT berfirman, “Agar cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan di anataramu rasa kasih dan sayang” (Q.S. Ar-Ruum: 21).

Sebab wanita lah, seseorang rela mengorbankan hata kekayaannya. Penyebutan wanita terlebih dahulu dikarenakan fitnah akibat wanita jauh lebih besar. Seperti yang pernah disabdakan oleh beliau Nabi Muhammad SAW, “Setelahku tidak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki dari firnah wanita.” (H.R. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah dari Usamah bin Zaid). Kecintaan laki-laki terhadap wanita dengan tujuan untuk menjaga dirinya dari hal-hal yang tidak baik, serta untuk mendapatkan keturunan, maka hal ini justru dianjurkan oleh agama. Hal ini berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW, “Dunia seluruhnya adalah kesenangan, dan sebaik-baiknya kesenangan dunia adalah wanita (istri) shalihah.” (H.R. Ahmad, Muslim dan Nasa’i dari Abdullah bin Amr).

Dalam riwayat lain Nabi Muhammad SAW bersabda “Dunia adalah kesenangan dan sebaik-baiknya kesenangan dunia adalah wanita (istri) shalihah, jika suaminya memandangnya, maka ia menyenangkan, jika suaminya memerintah, maka ia menaatinya, jika suaminya sedang pergi, maka ia menjaga dirinya dan hata suaminya. (H.R. Ahmad, Nasa’i, Al-Hakim dan al-Baihaqiyy dari Anas bin Malik).

Sekarang semuanya sudah jelas mengenai pemaparan yang disampaikan oleh Ning Imaz perihal wanita menjadi hal utama dalam kesenangan pada setiap manusia, terlebih bagi laki-laki. Bahwa Al-Qur’an beserta hadist Nabi Muhammad SAW pun mengatakan demikian.

Ayat ini memiliki pelajaran yang sangat berharga yaitu memberikan peringatan atau ujian pada setiap manusia. Allah SWT menciptakan manusia dengan memberinya fitrah senang kepada Asy-Syahwaat tersebut. Seperti di dalam salah satu firmaNya, “Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang tebaik perbuatannya.” (Q.S. Al-Kahfi: ayat 7).

Namun yang terpenting untuk diketahui bahwa Islam adalah agama dan dunia. Artinya Islam tidak hanya memperhatikan masalah akhirat saja, melainkan memperhatikan juga masalah keduniaan. Jadi maksud ayat ini bukan melarang kecintaan kepada dunia yang proposional, yang dilarang adalah kecintaan berlebihan terhadap dunia. Begitupun pesan yang diingin disampaikan oleh Ning Imaz kepada khalayak umum. Lebih mengingatkan akan berbahayanya mencintai dunia secara berlebihan.

Beli Buku

Perbedaan pendapat merupakan hal yang sudah bisa, namun mengomentari dengan kasar dan sepihak merupakan budaya yang sangat tidak etis. Gus Nadhir berkata “Yang anda posting itu video Ning Imaz dari Ponpes Lirboyo, istri Gus Rifqil Moeslim. Beda pendapat hal biasa. Tapi gak usah melabeli dengan kata tolol. Posting saja video aslinya. Bukan yang sudah ditambahi kata-kata kotol. Belajarlah untuk santun dalam perbedaan.”

 

Sumber Rujukan

Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, “Tafsir Munir: Aqidah, Syariah, Manhaj”,  Gema Insani, 2013 Jakarta

Share:
Beli Buku
Avatar photo

Ulama Nusantara Center

Melestarikan khazanah ulama Nusantara dan pemikirannya yang tertuang dalam kitab-kitab klasik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *